Kasih sayang!!!!!?????? Apakah kasih sayang itu????? Dimanakah kasih sayang itu didapat???? Untuk apa harus berkasih sayang??? Kenapa banyak orang merindukan kasih sayang??? Apa hebatnya?????Sederetan pertanyaan itu terus memusingkan saya beberapa lama setelah memahami konsep kasih sayang yang dipahami oleh istriku. Istriku memahami konsep kasih sayang sebatas pada ketika kita berduaan, makan berdua, jalan-jalan berdua, memadu kasih berdua,....pokoknya berdua, runtang runtung berdua. Kayaknya konsep ini kebanyakan yang dipahami oleh orang. Mereka hanya memahami APA YANG DIBERIKAN KEPADAKU SAAT INI. Titik. Sebaliknya ketika tidak berduaan, tidak jalan-jalan, tidak memadu kasih itu dikatakan tidak kasih sayang. Benarkah????????
Kalau kita memahami lebih jauh, sebenarnya dapat kita lihat dengan gamblang, bagaimana seharusnya menerapkan kasih sayang yang tidak merupakah kasih sayang biasa tetapi lebih luar biasa. Bayangkan, anak kecil yang berlatih berjalan, dia harus tertatih-tatih bahkan terkadang jatuh berdarah-darah. Jika orang tua yang berpikiran kasih sayang sempit, dia tentu akan sangat khawatir dan tidak memperbolehkan anaknya jalan, kemungkinan selalu digendong kemana-mana. Tetapi bayangkan apa yang akan terjadi pada masa depan anaknya, pastinya anaknya justru Tidak Bisa Berjalan. Sebaliknya orang tua yang berpandangan visioner, melihat anaknya jatuh berdarah-darah tetap dibiarkan bahkan di support, untuk terus berjalan. Bukannya tidak sayang, tetapi justru kasih sayangnya itulah kasih sayang melampaui kasih sayang biasa. Akhirnya, anaknya mampu berjalan sendiri dengan bebas dan terbiasa. Bandingkan dengan contoh orang tua pertama tadi.............
Begitupun dengan kasih sayang seorang suami kepada istri. Jika suami hanya memahami konteks kasih sayang yang sempit, maka dia kerjanya hanya berduaan, jalan berdua, tidur berdua, makan berdua, minum berdua, de el el. Tetapi berbeda dengan seorang suami yang memiliki kasih sayang yang tidak biasa, bentuk kasih sayang yang diberikan adalah melakukan untuk masa depan kehidupannya. Dia bekerja, memikirkan nasib istrinya, nasib anaknya kelak, tidak hanya masalah ekonomi, atau keharuman nama, atau status sosial yang tinggi, tetapi lebih jauh dari itu, kemapanan dalam beramal sholeh dunia dan akherat yang bisa di panen oleh anak cucunya bahkan sampai cicit-cicitnya. Walau terkadang ia harus tidak berduaan. Tetapi jauh dari itu justru kasih sayang yang ia tumpahkan adalah kasih sayang yang sebenar-benarnya kasih sayang.
Bahkan, begitupun yang dilakukan Tuhan kepada makhluknya. Seringkali makhluk mengkonsepsi bahwa kasih sayang Tuhan harus dirasakan dan dinikmati langsung saat itu. Biar dia merasakan. Merasakan kehidupan yang hanya enak-enak saja. Padahal ujian dan persoalan-persoalan kehidupan yang menggelayut merupakan kasih sayang yang besar. Lho????? Ujian dan cobaan berbagai masalah adalah merupakan pendidikan langsung yang diberikan oleh ALLOH kepada hambanya agar ia memperoleh mental yang kuat, memiliki jiwa yang tangguh dan menjadi manusia-manusia yang tidak cengeng, manusia yang hebat. Coba jika hidup itu linier, enak saja, maka dijamin dunia itu tidak akan indah, karena monoton. Tetapi justru ada rupa-rupa itulah keindahan itu terwujud. Kasih sayang mendidik dan menempatkan pada maqom tertentu. Itulah kasih sayang ALLOH.
Mungkin, hal yang sama bisa kita analisis pada terjadinya letusan gunung merapi yang melanda umat manusia, tsunami, gempa de el el. Jika kita memahami dari sudut kasih sayang yang sempit, kita akan menyalahkan Tuhan, karena tega membunuh sekian banyak umat manusia. Tetapi jika kita melihat lebih jauh, andai gunung merapi tidak meletus, maka bumi, bahkan umat manusia seluruhnya akan meledak dan mati. Karena di dalam bumi ada magma yang terus aktif bergerak dan membutuhkan saluran untuk memuntahkan maghmanya. Kasih sayang Tuhan melampaui persepsi manusia tentang kasih sayang yang dipahami begitu sempit dan kerdil sehingga hobi menyalah-nyalahkan orang, TIDAK SAYANG???????
Karenanya, kita sebagai umat yang sedang meniti, harusnya menggunakan dan meletakkan kasih sayang tepat pada kasih sayang yang sebenarnya. Kasih sayang yang melampaui ruang dan waktu. Dan itulah RAHMAN DAN RAHIMNYA ALLOH.
Rabu, Oktober 07, 2009
Melampaui Kasih Sayang Biasa
Diposting oleh Goze Isno
0
komentar
Label:
Curhat
Selasa, September 01, 2009
Ilmu Faham
Diposting oleh Goze Isno
Untuk mempersiapkan Baksos SKI pada tanggal 12 September 2009 di Desa Tawangrejo, saya berharap bisa memberikan yang terbaik bagi desa tersebut. Salah satunya adalah dengan mengadakan pengajian akbar yang akan diisi oleh seorang kyai. Saya pun mencari informasi kyai-kyai yang masih punya kepedulian terhadap orang-orang kecil dan mau diajak blusuk’an kesana kemari. Alhamdulillah saya ditaqdirkan oleh Alloh bertemu dengan Kyai Nurcholis. Awal bertemu dengan beliau sewaktu diundang bersama-sama diperumahan Lawang Asri. Disitu kita kenalan, ujung-ujungnya kita sambung rasa. Ternyata, beliau adalah tokoh Islamisasi di Desaku dulu. Beliau dulu sering ceramah di desaku, cuma waktu itu saya masih kecil. Setelah tahu darimana aku berasal, beliau banyak bertanya tentang kabar-kabar di desa sana itu.
Sambung rasa itu ingin kujaga dengan mengundang beliau di acara Baksos SKI. Maka aku ajak Pak Sodiqun (guru Matematika) dan Pak Sudarkajin (Guru Agama) untuk sowan kerumah beliau. Pencarian pertama, ternyata gagal karena ternyata beliau tidak dirumah klinterejo, tempat istri pertamanya. Kata anaknya Kyai Nurcholis ada di Istri mudanya. Pada hari kamis, habis ngisi Kajian SKI, aku pun berniat untuk melacak rumah beliau di Curah Malang (perbatasan Mojokerto Jombang). Disana aku bersama dengan Pak Diqun dan Pak Kajin menemuinya. Dia sedang tidur-tiduran di dalam Mushola Panggung di dekat rumahnya. Beliau bertanya-tanya tentang kabar kami, darimana dan mau apa. Ternyata beliau lupa dengan pertemuan di Lawang Asri, maklum beliau sudah sepuh. Tanya kabar itu berlanjut dengan perbincangan Intens. Beliau bercerita bahwa dulu waktu mudanya dia berdakwah sampai ke desa saya memakai Sepeda Ontel (Bayangkan Jarak Mojokerto dengan desaku, Desa Jejel Ngimbang Lamongan, yang kutempuh dengan sepeda motor berkecepatan 70-80 KM, kutempuh dengan jarak 1 jam perjalanan). Itupun kalau mau masuk ke desaku, dititipkan di desa sebelah yang masih ada jalan baiknya. Mau masuk ke desaku, harus jalan kaki. Saking jeleknya jalan. Ternyata menurut beliau, dalam satu bulan dia tidak satu daerah saja yang didatangi, hamper dalam satu bulan beliau harus mendatangi tempat berdakwahnya sekitar 70 tempat. Semuanya memakai sepeda ontel. (hehehe…..bayangkan dengan mental da’I sekarang)……menjadi guru Madrasah sudah 50 tahun. Bayarannya????????? “tapi dik, alhamdulillah Alloh iku sugih, saya yang miskin ini punya istri tiga, punya sembilan anak, semuanya sarjana, 7 diantaranya hafal al-Quran, alhamdulillah semuanya sekarang sudah punya rumah, ada satu yang menjadi doctor……alhamdulillah Gusti Alloh sugih…..saya dikasih kekayaan yang tidak terlihat…..sugih ora katon”. “Kok bisa Kyai seperti itu?” Pak Sodiqun bertanya. “Ya Bisa kalau kita pasrahkan hidup kita pada Alloh, Ya Kita akan diurusi oleh Alloh” beliau menerangkan “Saya ini tidak punya apa-apa, ketika saya disodorkan dunia dan do’a, saya memilih doa. Doa itulah yang aku pakai, sehingga saya menyekolahkan anak tidak memakai uang tapi Alloh yang mengatur dengan diberinya beasiswa”. Kita bertiga tergeleng-geleng kepalanya. “Ketika banyak orang rebut pension Pegawai Negeri, saya malah dikasih pension oleh Alloh tiba-tiba ada saja orang yang memberi saya beras, uang, katanya mendapat mimpi untuk memintakan doa kepada saya” tutur Kyai Nurcholis. Kita makin geleng-geleng takjub. “Lalu bagaimana dengan istrinya, kyai???? Apa tidak bertengkar???” beliau menarik nafas “Orang itu kalau sudah dikasih ilmu faham, maka tidak akan ada pertengkaran. Tidak ada ceritanya Kyai Nurcholis itu bertengkar dengan istri, meskipun tiga. Karena saya sudah punya ilmu faham. Orang yang bertengkar itu kan salah faham. Coba kalau fahamnya tidak salah. Coba kalau dia tahu ilmu faham. Maka tidak akan ada pertengkaran itu, karena orang yang sudah punya ilmu faham dia mudah memahami orang lain. Orang tidak akan mudah marah. Bahkan ketika dicaci maki, kita akan bersabar, karena kita faham. Rasulullah dicaci maki, tetapi beliau sabar, karena beliau faham terhadap umatnya. Umatnya masih tertutup hatinya”. Subhanalloh. Kalimat itu seakan menampar kami bertiga. Karena terkadang kami-kami masih banyak balutan nafsu untuk menyulut kebencian dengan sesama manusia. Suudzon, fitnah, iri drengki dan penyakit lainnya, terkadang menempel dalam hati. Kadang kita mangkel kalau dakwah kita dihalang-halangi. Karena kita tidak faham. Indonesia dan Malaysia mau bertengkar karena tidak faham. Antar politikus bertengkar karena tidak faham. Suami istri bertengkar karena tidak faham. Coba kalau faham. Aduh-aduh kalimat sederhana itu ternyata begitu membekas. Mudah-mudahan kita semuanya bisa faham terhadap diri kita sendiri, orang lain dan KEHENDAK ALLOH.
1 komentar
Label:
Curhat
Rabu, Agustus 05, 2009
Mbah Surip : I Love You Full
Diposting oleh Goze Isno
Sehabis mengajar di kelas XII aku langsung menuju UKS. Di sana saya berencana akan berkemas-kemas untuk pulang. Belum sampai saya ke UKS, tiba-tiba Bu. Elisabetz terengah-engah sambil berteriak, “Mas, mbah surip mati, mbah surip mati”. Aku kaget antara percaya dan tidak. “mbah surip tak gendong itu ta, bu?” “Iya”, “kok bisa meninggal, bu?”, “Iya, mungkin kecapek’an mas, kasihan dia”. Mendengar kabar itu aku merasa kehilangan sekali dengan kematian mbah surip. Bu Eli juga terlihat begitu sedih dan merasa sangat kehilangan. Padahal kami tidak secara mendalam mengenal Mbah Surip apalagi Mbah Surip mengenal kami. Tetapi seakan ikatan batin itu begitu kuat. Mbah surip seakan merupakan bapak yang menjadi panutan bagi kita semuanya. Terlebih kami-kami orang Mojokerto yang memiliki kesamaan daerah dengan mbah surip. Ya!!!!akhirnya kuhembuskan nafas dalam-dalam dan berucap “Innalillahiwainnailaihirojiun”. Begitulah drama kehidupan. Seperti komidi putar, dari bawah kemudian naik sampai dipuncak terus turun. Setelah turun dia akan pergi dan digantikan oleh penumpang lain. Hanya begitu. Semuanya kembali kepada ALLOH. Kalau Alloh sudah memanggil mau apa kita, selain menerima dengan ikhlas. Sebaik-baik apapun maupun sejahat-jahat apapun, atau sekaya-kaya apapun atau sehebat-hebat apapun, toh akan kembali kepada ALLOH. Kita hanya bisa menerima.
Kembali ke Mbah Surip. Beberapa minggu yang lalu, ketika saya mengajar siswa-siswa saya, saya sangat membanggakan Mbah Surip. Seringkali aku sitir filosofi hidup Mbah Surip. Belajar salah. Ya belajar salah. Orang yang belajar dari kesalahan-kesalahan akan menemukan kekurangan diri untuk menemukan kebenaran. Orang yang mengaku salah dia akan berusaha untuk menjadi benar. Bukannya hanya belajar benar. Karena orang yang hanya belajar benar cenderung menganggap dirinya paling benar. Sehingga dia dalam melakukan segala sesuatu cenderung merasa dirinya benar. Jika dia melakukan kesalahan apapun tetap dia berkeyakinan benar. Karena dia menganggap dirinya paling benar. Bahkan ketika ribut-ribut dengan temannya seringkali berebut benar. Coba bayangkan jika orang bertengkar berebut kesalahan tentu tidak akan terjadi pertengkaran. Karena hakikatnya orang bertengkar itu berebut kebenaran. Bukankah selama ini pribadi berebut benar dan menganggap diri paling benar telah mendarah dalam alam bawah sadar kita. Orang ngebom Hotel menganggap dirinya benar karena dirinya mengganggap sebagai utusan Tuhan dan memperjuangkan kepentingan Tuhan. Orang membunuh, mencopet, memperkosa dll menganggap dirinya benar karena mereka merasa kepepet. Orang korupsi merasa benar karena dia merasa pejabat yang berhak mendapatkan fasilitas lebih. Bukankah itu adalah patologi social yang sangat akut. Bahkan bisa dikatakan di Indonesia ini orang terkena penyakit merasa dirinya paling benar sudah berada pada posisi stadium empat. Mbah surip menawarkan “Ayo, Hai orang Indonesia, koreksi dirimu, sudah benar atau salah. Lihat salahmu agar engkau tahu mana yang benar. Ayo kembalilah-kembalilah. Daripada muter-muter kedinginan karena kesesatanmu lebih baik kesini saja tak gendong dengan balutan Tauhid. I Love You Fuel”. Mungkin begitu yang dimaui Mbah Surip. Bukankah kita ini hanya disuruh iqro. Ada apa dengan mbah surip???? Seseorang yang fenomenal. Artis jalanan yang tidak punya rumah. Pakaian sederhana. Tidak punya rumah. Tua. Gimbal rambutnya. tetapi penuh dengan filosofi kehidupan. Ada apa dengan ketenaran Mbah Surip? Ada apa dengan lagu tak gendong bisa melejit? Ada apa dengan lagu bangun tidur? Ada apa dengan kematian mbah surip yang meninggal pasca ketenaran dipuncak karirnya? Ada apa dengan Mojokerto???? Silahkan anda membaca gerak zaman yang Alloh sebenarnya berpesan disitu. Mungkin sedikit gambaran dari rasan-rasan saya dengan mertua saya, “Mau ada apa ya sekarang ini? Kok lagunya tak gendong kemana-mana? Dulu ada lagu Hanoman Kobong, semuanya banyak terbakar, hutan terbakar, rumah terbakar dan lain-lain. Kalau sekarang ada apa ya?????” Selamat Tinggal Mbah Surip. Engkau meninggalkan kami untuk Iqra bismirobika.
Jam 06:39
Belum mandi, keenakan nulis lupa mau berangkat mengajar
0
komentar
Label:
Curhat
Sabtu, Agustus 01, 2009
In The Name Of Love
Diposting oleh Goze Isno
Salah seorang murid pernah bertanya kepada saya (pertanyaannya saya sajikan dalam bahasa saya sendiri) “Pak, bagaimanakah hukumnya orang yang sudah beristri kemudian pacaran”. Sebuah pertanyaan yang lugu tetapi jujur. Jujurnya karena yang ditanyakan banyak terjadi dimasyarakat. Saya menjawab “ pacaran dengan siapa? Kalau dengan istrinya sendiri kan tidak apa-apa”. “Pacaran dengan orang lain, pak!”. “Istrinya tahu tidak kalau suaminya pacaran” aku bertanya kembali. “tidak tahu pak, tapi meskipun pacaran kan tidak sampai zina pak!!!!!!! Berarti tidak berdosa!!!!!” jawabnya. “kalau istrinya tahu, ridlo tidak istrinya mendapati suaminya pacaran?” muridku ini mulai berpikir-pikir “Ya tidak ridlo, tapi hukumnya sendiri kan si suami tidak zina, pak!!!!! Dia tidak berdosa kan, pak???? Berarti boleh, kan pak!!!! Apa ada dalilnya yang tidak memperbolehkan???” aku tercengung tapi tetap dengan bahasa yang elegan untuk meluruskan pola berpikir “kita berpikir sehat dulu sebelum dalil, dengan akal sehat saja kita sudah bisa menjawab, jawabnya begini, kalau si istrinya pacaran dengan orang lain meskipun tidak berzina, bagaimanakah perasaan suami?” “Ya, marah tentunya”jawab muridku. “Itulah jawabannya” tegasku. Mendengar jawabanku ini muridku ini manggut-manggut mengerti. Kasus yang sama, tetapi itu dari sudut si pihak ketiga, saya pernah dicurhati salah satu family, yang bertanya, “Is, bagaimana cara menikah untuk istri kedua yang kira-kira bisa diakui oleh pemerintah sekaligus agama?” “Ya, sampean minta surat persetujuan dari istri pertama, mintalah pernyataan yang bermeterai, kemudian urus surat-surat pernikahan sebagaimana sampean dulu menikah?” (Kebetulan family saya ini janda). “Tapi saya takut, is!!!” “Memang selama ini belum pernah bertemu??? Calon sampean itu benar-benar serius tidak mau menikahi sampean, apa pernah sampean dikenalkan kepada istri pertama??” aku memberondong pertanyaan, dia menjawab “belum pernah”. “Katanya sudah mau menikah kok belum dikenalkan sama istri pertama, apa benar-benar serius kalau begitu, terus, apa pakde (wali) sudah menyetujui sampean menjadi istri kedua?” “Belum is, aku masih takut”. Aku menjawab “ mbak-mbak mau menikah kok tidak serius, kalau serius minta restu sama orang tua dulu, terus dengan istri pertama calon sampean, kalau tidak disetujui jangan dilanjutkan, jangan sampai bahagia diatas penderitaan orang lain”. “Tapi aku sudah terlanjur cinta dan sayang sama dia, is” dia memelas. “wadoh-wadoh, sampean kudu mikir, bagaimana perasaan seorang istri yang ditinggal suami yang menikah dengan wanita lain, bagaimana perasaan sampean sendiri kalau dibegitukan”, “Iyae, is, tapi……….”. Kawan!!!!!! Tahukah kalian bahwa fenomena perselingkuhan, istri kedua, pihak ketiga, MBA dll sudah banyak menggejala dikalangan masyarakat kita. Lagi-lagi atas nama cinta. Atas nama cinta telah menghalalkan segalanya. Bahkan orang yang sudah beristri sekalipun atas nama cinta mereka tega melakukan pengkhianatan janji suci pernikahannya. Atas nama cinta orang siap dijerat oleh keadilan cemoohan masyarakat. Saya melihat banyak orang beristri dua bukan lantaran dia menjalankan perintah Alloh sebagaimana dalam surat An-Nisa ayat 3 “Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat”, tetapi lebih karena di nafsu belaka. Mereka beristri dua lantaran nafsu cinta melihat kecantikan calonnya atau ia ia ingin mencicipi cinta lain dari selain istrinya. Padahal dalam perintah berpoligami itu adalah bentuk solve of problem ketimpangan social dan ketidakseimbangan sosial antara laki-laki dan perempuan. Seorang muslim siap berpoligami dengan orang jelek atau wanita tua sekalipun karena dia menjalankan perintah Alloh untuk melindungi kaum wanita dari jeratan kelemahan hidup. Tidak didasari nafsu cinta tetapi didasari oleh empati tauhid dan social. Dalam An-Nisa ayat pertama kita akan melihat sebelum membahas tentang nikah, lebih dulu Alloh menegaskan “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri. Artinya kita disuruh taqwa, tunduh, patuh untuk siap menjalankan perintah Alloh. Perintahnya Alloh berupa peduli kepada sesama. Karena ayat ini konteksnya adalah ketidakseimbangan social antara laki-laki dan perempuan ketika dizaman nabi, maka yang dipecahkan kala itu adalah ketidakseimbangan itu. Karenanya laki-laki diperbolehkan untuk menikah lagi. Untuk apa? Agar wanita-wanita yang ditinggal suami yang gugur dimedan jihad bisa dilindungi dan ditolong. Laki-laki siap menjalankan perintah Alloh untuk menanggung penderitaan perempuan-perempuan. Mereka kala itu tidak memandang wajah atau cinta tetapi yang didasari adalah perintah Alloh dan menjaga keseimbangan social.
Dalam surat an-Nisa ayat 3 ini ternyata perintah Alloh itu yang didahulukan. Karena di dalam perintah itu mengandung kewajiban. Makanya kita disuruh menikah untuk menjalankan kewajiban kita sebagai hamba dihadapan Alloh. Fakor kedua, keadilan itu ternyata yang didahulukan dan menjadi bahan pertimbangan. Jika tidak bisa adil maka tidak usah macam-macam untuk menikah lagi cukup, fawahidatan, satu saja.
Bukankah sekarang ini factor cinta itu didahulukan daripada pertimbangan ketahuidan kita kepada Alloh? Kita akan tercengah dengan sebuah fakta. Coba kita renungkan, Bukankah ada laki-laki berani menikah dengan sesama lelaki juga lantaran cinta????? Bukankah ada pernikahan incest, sesama saudara kandung berani menikah juga lantaran cinta? bukankah orang berani melepaskan keperawanan juga lantaran cinta? bukankah orang berani berkumpul dengan kebo, lantaran cinta? kalau begitu????????tetapi bukannya saya menolak cinta dalam membangun rumah tangga, tetapi cinta bukanlah segala-galanya. Ia hanyalah komponen dalam sebuah bangunan. Jika kita tertuju hanya pada satu komponen maka tentu bangunan itu akan sangat rapuh. Keseluruhan dari bangunan yang sangat kuat itu adalah ketahuidan kita kepada Alloh. Mencintai karena Alloh. Menikah karena Alloh. Pokoknya karena Alloh. Karena mencintai karena Alloh maka segala-galanya harus sesuai dengan kehendak Alloh, dengan ridlonya Alloh. Apa ketika kita bercinta ini Alloh ridlo, ndak? Kita selingkuh itu ridlo, nda???? Tanyakan dihatimu, bukan dinafsumu.
SMA 3 Jam 10.30
Isno Pas jadi Guru
0
komentar
Label:
Curhat
Senin, Juli 27, 2009
Tangan Malaikat Mikael
Diposting oleh Goze Isno
Pada hari sabtu kemarin, saya mengadakan tasyakuran masuk rumah. Undangannya guru-guru SMA Negeri 3 Mojoketo dan SMA PGRI 2. Saya menyiapkan 100 mangkok soto Lamongan asli untuk hidangannya (tentu dengan isinya bukan hanya mangkoknya saja). Karena jumlah guru plus karyawan dua sekolahan itu sekitar 100 lebih. Jumlah yang menurut ukuran saya sudah sangat banyak. Sangat banyaknya dihitung dari jumlah pengeluaran yang akan saya gunakan untuk menjamunya. Tetapi beruntung Alloh memberi pertolongan rejeki tanpa diduga kepada saya, sehingga saya memberanikan diri untuk mengundang teman-teman. Mungkin Alloh tahu kalau saya sedang kepepet. Kepepet dalam hal mendanai basa-basi social. Basa-basi social yang saya maksudkan adalah, berbaik-baik dengan masyarakat agar lingkungan disekitar kita tidak ghibah kepada kita. Saya mendengar, dilingkungan kanan kiri pengajar, ada istilah jawanya nyemoni, “Pindah kok ndak bilang-bilang”, “kapan syukurannya”dll. Demi menghentikan perilaku ghibah mereka, aku memberanikan diri untuk tasyakuran, walau sebenarnya pindah rumah itu sudah lama saya lakukan bersama dengan family sendiri dan tetangga sekitar. Hitung-hitung menolong mereka agar tidak melakukan dosa. Tetapi lebih jauh dari itu, sebenarnya acara itu sudah ingin aku lakukan, tetapi menunggu sampai punya uang. Tetapi yang namanya manusia, ya tetap manusia. Mereka punya pikiran, punya hati, punya mulut yang berbeda-beda. Yah! Begitulah kita harus arif menyikapinya.
Lagi-lagi dengan bahasa kearifan, yang namanya manusia, ketika tidak diundang berbicara, ketika diundang tidak mau datang. Ternyata dari jatah 100 orang yang kuundang, hanya 50 orang saja yang datang. Aduh!!!! Jika aku gunakan dengan bahasa emosional ingin sebenarnya marah. Masak acara yang kupaksakan untuk menghormati beliau-beliaunya dengan segala keterbatasan kemampuanku eh!!!!!ternyata tidak datang. Yang 50 mangkok harus kukemanakan. Padahal sudah aku beli semuanya. Apa akan dibuang????? Wah sayang sekali. Lama aku berpikir, akhirnya aku menemukan ide. Yang 10 aku akan berikan kepada santri pondok yang ada didepan rumahku, yang 10 lagi ke anak yatim piatu, yang 10 aku akan mengirimkannya ke PGRI 2, sedangkan sisanya kuberikan kepada murid-muridku yang membantuku dan satpam di SMA 3. Akhirnya aku sebar nasi bungkus itu ke semua tempat yang aku rencanakan itu. Alhamdulillah selesai. Dalam hatiku aku bersyukur sekali, pada hari itu aku benar-benar seakan menjadi orang kaya, yang mampu membagi rejeki kepada sesama. Pada hari itu seakan-akan aku disuruh malaikat mikail untuk membantunya membagikan rejeki kepada 100 orang. Tanganku seakan dipinjam oleh malaikat mikail membagi-bagikan rejekinya. Alhamdulillah luar biasa rasa plong dan tentram telah menyelimuti hatiku. Rasa jengkel bahkan rasa tidak ikhlas kemudian lebur menjadi satu dalam penyatuan spiritual. Mudah-mudahan Alloh ridlo dan menerima pengabdianku. Aku hanya perantara, bukan pemberi rejeki. Karena hanya Alloh sajalah yang sebenarnya pemberi rejeki. Sebagaimana ayat di atas “Katakanlah: "Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah" (As-saba ayat 24). Mungkin Alloh pada hari itu menggerakkan rejekinya kepadaku untuk disalurkan kepada 100 orang. Mungkin Alloh yang menggerakkan orang 50 saja yang hadir agar anak santri dan anak yatim serta orang-orang lainnya yang mendapatkan sapaan rejekinya. Mungkin Alloh menggerakkan aku untuk membeli soto kepada orang lamongan itu agar ia mendapatkan rejeki dari Alloh untuk mencukupi istri dan anak-anaknya. Mungkin Alloh yang menggerakkan hatiku untuk membeli kerupuk, semangka, kacang kepada pedagang karena mereka seharian belum mendapatkan penghasilan yang besar. Dan Alloh memenuhi kebutuhan mereka. Mungkin saja ada makanan yang tersisa dari jamuan itu kemudian terbuang. Tetapi terbuangnya itu karena sudah direncanakan Alloh untuk menghidupi makhluk Alloh lainnya yang belum makan seperti cacing, ayam, bakteri dan lain sebagainya. Subhanalloh. Subhanalloh. Subhanalloh. Alloh yang memerintahkan kepada Malaikat Mikail untuk membagi rejeki kemudian malaikat mikail meminjam tangan manusia dermawan untuk menyebarkan rejekinya kepada manusia lainnya. Jadi jika antum menjadi orang dermawan sebenarnya tangan antum telah berubah menjadi tangannya malaikat Mikail. Indah bukan????? Semakin banyak antum memberi kepada sesama semakin lama antum bersama malaikat Mikail. Hakikinya antum adalah tangan kananya malaikat mikail, sedangkan malaikat mikalil sendiri adalah tangan kanannya Alloh. Indah bukan?????. Banyak orang yang bangga menjadi tangan kanannya bupati, wali kota, gubernur, menteri atau presiden, tetapi apakah antum tidak lebih bangga jika antum adalah tangan kanannya ALLOH????
Dusun sayun, Lamongan, 10.04
Isno Al-Kayyis
0
komentar
Label:
Curhat
Kamis, Juli 16, 2009
Mati Konyol
Diposting oleh Goze Isno
Habis subuh aku bertemu dengan seorang teman di Masjid. Aku bertanya “Sekarang kerja apa?” dia menjawab “aku belum bekerja. Sekarang ini susah mencari pekerjaan”. Saya bertanya “Sampean gak nyoba ke pabrik Tjiwi atau Ajinimoto, tapi katanya kalau mau masuk harus membayar dulu”. Dia menjawab“Walah saya tidak mau mas Isno, lebih baik saya ndak kerja saja. Daripada harus membayar, gajinya tidak halal nanti. Urusannya nanti sampek akherat. Hidup di dunia sudah susah, di akherat susah juga. Apa itu tidak mati konyol mas Isno.” Aku mengangguk-angguk tanda setuju. Setuju terhadap cara pandang dia terhadap kerja. Kerja yang halal yang didapat dari kehalalan. Kehalalan yang benar-benar halal. Tidak halal-halalan. Ada kan kerja yang halal tetapi haram. Contoh kerja dipabrik itu halal daripada kerja jual narkoba. Tetapi kerja dipabrik itu menjadi haram karena waktu mau masuk kerja itu memakai suap. Termasuk menjadi PNS itu halal, namun ketika masuk PNS menyuap menjadi haram. Makan kambing itu halal tetapi bisa menjadi haram kalau menyembelihnya tidak memakai bismillah, atau kambingnya hasil curian atau kambingnya menjadikan dia meninggal akibat darah tinggi atau kambingnya terkena penyakit misalnya Flu Kambing. Begitupun makan ayam, bebek, dara dll. Yang halal saja bisa menjadi haram apalagi yang haram pasti haram. Keharaman bisa menjadi halal jika ada unsur darurat contoh ketika manusia tersesat dan berhari-hari tidak makan, dan dia hampir-hampir mati, maka orang ini boleh untuk memakan ular jika sudah tidak ada lagi makanan lain, atau bangkai atau hewan-hewan yang haram. Karena ada unsur menyelematkan nyawa. Kembali ke pekerjaan!!!! Betapa banyak manusia terjebak dalam keinginan. Keinginan bekerja walau dengan cara gelap. Keinginan mendapat gaji lebih walau dengan cara-cara kotor. Keinginan mendapatkan pangkat/jabatan walau dengan sikut sana sikut sini. Dll. Tetapi anehnya mereka sadar bahwa itu perbuatan buruk. Itu perbuatan jahat. Bahkan jika mereka ditiupu mereka marah padahal dianya sering menipu. Mereka berbohong tetapi jika dibohongi tidak mau. Mereka mencuri padahal ketika dicuri mereka bersedih hati. Mereka suka menyakiti hati orang lain padahal ketika disakiti hatinya mereka berduka. Aneh....aneh....aneh. Mereka ingin masuk surga tetapi tidak pernah berusaha beramaliah solihah. Mereka ingin hidup bahagia tetapi tidak pernah berusaha mendapatkan kebahagiaan. Aneh-aneh....... padahal tujuan hidup jelas. Padahal kehidupan yang akan datang jelas. Mati. Akherat. Masuk surga atau neraka. Kalau sudah tahu dan yakin begitu kenapa tidak menyiapkan kesana dengan hati-hati menjalani kehidupan di dunia. Kenapa mereka hanya ngurus perutnya saja? Kenapa mereka tidak sadar bahwa kerja yang tidak halal menjadi mereka tergelincir masuk kelembah kenistaan?. Kenapa? Kenapa? Saya banyak melihat seorang guru untuk mendapatkan sertifikasi harus menipu data sana sini.....demi tunjangan.....lagi-lagi UUD (Ujung-ujungnya Duwit). Seorang guru berani memasukkan siswa walau danemnya rendah padahal untuk masuk kesekolah favorit itu harus danem tinggi....lagi-lagi UUD (Ujung-ujungnya Duwit). Pejabat yang berani memasukkan seseorang menjadi pegawai walau tidak memiliki kualifikasi keprofesionalan ujung-ujungnya duwit. Dll. Apa mereka tidak mengetahui suap maupun yang disuap itu sama-sama neraka. Apa itu tidak mati konyol. Bahagia belum tentu. Dapat uang paling sebentar sudah habis tapi dampaknya dunia akherat. Konyol-konyol......ayo mikir. Mikir. Kecuali jika kamu tidak percaya siksa kubur. Kecuali jika kamu tidak percaya siksa neraka. Atau kecuali jika kamu tidak percaya Alloh. Naudzubillah. Syetan dan Iblis saja masih percaya sama Alloh!!!!!!!!
0
komentar
Label:
Curhat
Senin, Juni 29, 2009
Pengemis Sejati
Diposting oleh Goze Isno
Ketika berangkat ke sekolah untuk mengajar, pasti saya melewati jalan perempatan jalan yang terdapat lampu lalu lintas. Suatu saat, aku menemui lampu merah, yang mau tidak mau harus menghentikan sepedaku. Biasanya ketika aku berhenti mesti ada pemandangan yang tidak menarik. Sepeda motor berjubel-jubel ingin berada digarda depan, kadang-kadang ada yang menyerobot, belum lagi ada pedagang asongan yang berebutan..de el el. Salah satu pemandangan dilampu merah yang membuat hatiku tertarik untuk mengamati adalah seorang pengemis yang meminta (memangnya ada ta, pengemis yang memberi he…he..). aku mengamati gerak-geriknya. Yang menarik, ketika satu orang yang dimintai tidak memberi, dia berganti ke orang lain untuk meminta, tidak diberi lagi, dia meminta lagi ke orang lain sampai diberi. Pengemis tadi, tiada pernah putus asa untuk meminta. Dia meminta kepada siapa saja tanpa memandang dia kaya ataukah miskin, jelek ataukah tampan, kurus ataukah gendut, keriting ataukah lurus, hitam ataukah kuning, lagi senang ataukah sedih….de el el (mungkin terlalu pusing untuk memikirkannya). Aku melihat gaya dia meminta, mimik yang memelas diiringi dengan suara yang memelas pula. Tangan terus menengadah kepada semua orang. Dia tidak memperdulikan lagi harga diri socialnya yang diinjak-injak oleh mata-mata orang dengan penuh kehinaan. Yang mereka inginkan hanya uang untuk mendamaikan isi perut yang berunjuk rasa ingin dipenuhi. Setelah diberi, biasanya dia mengucapkan terima kasih dengan diiringi doa tanda rasa syukur telah dibagikan rizki kepadanya.
Pengemis mengajarkan kepadaku tentang ilmu mengemis. Mengemis????? Saya pikir-pikir, ternyata kita semua ini pengemis. Bukankah begitu??? Ketika kita ini dalam kesusahan kita ngemis-ngemis kepada Alloh untuk diberi anugerah kenikmatan. Ketika kita ini sedang mengalami kemiskinan kita ngemis kepada Alloh agar diberi rizki…, de el el. Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, camat, Lurah mengemis kepada Alloh agar jabatannya lancar dan langgeng (apalagi pas waktu pilkada, pilgub, pilpres, pil kb, pil….). Pedagang, pengusaha, mengemis kepada Alloh agar diberi kelancaran menjalankan bisnisnya (apalagi pas bangkrut). Siswa, mahasiswa mengemis kepada Alloh agar diberi kelulusan (apalagi pas ujian nasional….). Kyai, ustad, guru, mengemis kepada Alloh agar bisa membina umat dengan baik….de el el. Mbok sadar!!!!!!! Kalau butuh, ngemis-ngemis, kalau tidak butuh, lupa!!!!!! Mungkin terkena amnesia. Kita semua ini pengemis, setuju????? Lalu apa yang kita sombongkan dari diri kita?????? Bukankah itu semua adalah pemberian-Nya????? kalau kita ini sudah menyadari bahwa hakekatnya kita semua ini pengemis mbok yao (agar, supaya) belajar kepada orang pengemis. Pengemis itu pertama, selalu merendahkan dirinya dihadapan yang memberi. Tidak sepantasnya kita berdoa dengan membusungkan dada dihadapan Alloh apalagi sampai mengancam (Lihat dong Filmnya Aming “Akibat doa Mengancam”) atau menyuruh-nyuruh Alloh menuruti nafsu kita. Rata-rata orang berdoa itu ingin Alloh menuruti nafsunya. Aku ingin ini Ya Alloh……Aku ingin itu Ya Alloh…… Jika tidak dituruti biasanya dia akan memaki-maki Alloh. Alloh tidak adil…..Alloh tidak sayang sama aku…… Nah??????ini lho bedanya doa lillah dengan doa nuruti nafsu!!!!! Mesti ujung-ujungnya menyalahkan taqdir. Kalau sudah menyalahkan taqdir berarti menyalahkan kebijakan Alloh. Alloh tidak adil padahal Maha Adil. Alloh tidak sayang padahal Maha Kasih. Berbeda dengan do’a lillah, jika tidak diberi itu urusan Alloh. Semuanya dipasrahkan Alloh. Kita berdoa karena memang disuruh bukan hanya meminta saja. Karena berdoa merupakan bagian dari perintah berarti wajib. Kalau ada orang yang bilang bahwa, apa kalau kita tidak berdoa Alloh tidak memenuhi kebutuhan kita? Apakah Alloh tidak tahu kebutuhan kita? Memangnya Alloh Tuli apa? sampai-sampai kamu semua berdoa terus menerus? He…he…he bagaimana? Bihun!!!! Kita jawab, berdoa adalah perintah. Perintah adalah perintah. Kita cuma sami’na wa ato’na. Tidak usah ngeyel. Kenapa disuruh berdoa padahal tanpa berdoa sekalipun Alloh juga bakalan memberi????? Karena, Alloh menginginkan kamu untuk tidak sombong dihadapan Alloh. Agar ada perasaan butuh sama Alloh. Agar kamu merasa rendah dihadapan Alloh. Agar ada perasaan ketergantungan hatimu pada Alloh. Agar ada perasaan bahwa kamu itu tidak bisa apa-apa karena semuanya yang nentukan itu Alloh. Taqdirmu ditentukan Alloh. Kita ini tidak bisa apa-apa, bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa. Yang siapa-siapa itu hanya Alloh. Yang bisa apa-apa itu hanya Alloh. Yang punya apa-apa itu hanya Alloh. Makanya kita ngemis, karena kita semua adalah Fakir. Fakir dihadapan Alloh.
Kedua, Pengemis itu mengajarkan kepada kita semua bahwa ketika kita meminta jangan sampai putus asa. Jika kita meminta kepada Alloh jangan sampai putus asa untuk berdoa dan berharap kepada Alloh. Kenapa? Karena yang memberi adalah Alloh. Yang namanya Pemberi, itu memiliki hak prerogratif, hak untuk memberi dan tidak memberi. Namun karena Alloh sudah janji (ud’uni astajiblakum) bahwa siapa yang mengemis (berdoa) pasti akan diberi, pasti itu akan diberi. Cuma menunggu waktu, sampai kapan kira-kira anda siap untuk diberi. Meskipun menurut anda bahwa anda siap untuk diberi tetapi di mata Alloh anda belum siap untuk diberi. Saya contohkan, ada anak usia 3 tahun meminta sebilah pisau yang sangat tajam, kira-kira ibunya memberi pisau? Tentu tidak, karena bagi anak 3 tahun pisau itu sangat berbahaya. Tetapi jika anak tiga tahun itu sudah menginjak usia 15 tahun pasti akan diberi, karena ibunya mengharap dengan sebilah pisau itu sang anak bisa ngiris bawang, lombok, tomat dll. Tinggal nunggu waktu yang pas. Pas pada masanya dan pas pada tingkat derajat kita menerima anugerah itu. Jangan sampai kita ini putus asa dari mengharap rahmatnya Alloh, karena orang yang berputus asa dari rahmatnya Alloh adalah orang kafir yang akan mendapatkan adzab Alloh yang sangat pedih, sebagaimana surat al-Ankabut ayat 23: “…….mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih”
0
komentar
Label:
Curhat
Kesucian Sex
Diposting oleh Goze Isno
Ketika selesai ijab qabul pernikahanku pada tanggal 7 bulan Juni tahun 2007, aku mengucapkan rasa beribu-ribu syukur karena aku telah diselamatkan oleh Alloh dari godaan syetan selama aku menjadi perjaka. Aku selamat dari penistaan keperjakaanku. Aku utuh tidak ada goresan kehilangan keperjakaanku untuk kuhadiahkan kepada istriku tercinta. Walau buanyak sekali godaan yang menerpa aku. Baik waktu SMA, Perguruan Tinggi, apalagi menjelang pernikahan. Banyak orang yang bercerita kepadaku tentang ketidakberhasilan mereka dalam menjaga “anu”nya. Laki-laki maupun perempuan. Waktu dulu di SMA, teman seangkatanku ada yang hamil gara-gara dihamili dan membiarkan dirinya ikhlas dihamili. Waktu dikampung, ini kebiasaan buruk orang-orang yang bodoh, yakni habis melamar, biasanya mereka sudah menginap dirumah calon istrinya. Seorang teman bilang, padahal dia itu juga sholat, menjelang ke pernikahan, dia menginap di rumah calonnya. Dia tidur dikamar calonnya, tentu bersama calon istrinya. Awal-awal dia tidak merasa apa-apa. Namun tiba-tiba ia sangat bernafsu untuk men duhul istrinya. Namun istrinya tidak mau karena takut dosa. Temanku ini kemudian tersadarkan dari godaan syetan. Namun kemudian, istrinya yang kalap ingin diduhul, tetapi temanku ini menyadarkan akan perbuatan dosa. Akhirnya calon istrinya sadar. Tetapi kemudian kedua-duanya saling kalap bernafsu untuk melakukan hubungan. Maka hancurlah pertahanan keperawanan dan keperjakaannya. Setelah kejadian barulah mereka berdua menangis. Silahkan diteliti, konon perempuan awal-awal kehilangan keperawanannya mesti menangis. Tafsiri sendiri. Waktu di perguruan tinggi, seorang senior di pers, bercerita tentang kejahatan kelamin yang ia lakukan terhadap mahasiswi-mahasiswi. Baik berjilbab maupun tidak berjilbab (makanya dulu saya tidak percaya terhadap keperawanan mahasiswa di Surabaya he….he……..dolek wong ndeso). Rata-rata, mereka melepaskan keperawanan demi……….demikian. Belum lagi di sekolah-sekolah zaman sekarang. Belum kasus-kasus di perumahan. Insya Alloh saya punya referensi banyak tentang kejadian kehilangan keperjakaan dan kehilangan keperawanan. Padahal jika kita berpikir, kalau keperawanan dan keperjakaan sudah hilang, hadiah teristimewa apa yang akan diberikan kepada suami/istri tercinta? Bukankah ketulusan cinta itu yang harus diberikan? Bukankah kesucian cinta itu yang harus diberikan kepada pasangan sebenarnya? Bukannya pasang-pasangan. Bukankah keperawanan/keperjakaan itu adalah bentuk dari kesucian cinta yang akan kita persembahkan teristimewa kepada kekasih hati kita? Jika hilang apanya yang suci? Apanya yang cinta? Apanya istimewa? Apanya yang indah? Kalau anda mengatakan bahwa calonmu tidak tahu bahwa kamu telah hilang keperawanan/keperjakaanmu, engkau tetap meneruskan menuju pernikahanmu, saya katakan, untuk apa sebuah pernikahan jika didasari kebohongan dan kepalsuan????? bukankan nikah itu suci??? Menikah itu disaksikan oleh ribuan malaikat, malaikat tahu kebohongan yang kamu jalankan…he….he….berbicara sex dan menjalankan sex tidak hanya sekedar melakukan (ML). Why????? Karena melakukan hubungan sex itu dekat sekali dengan proses penciptaan manusia yang dilakukan oleh Alloh. Kelamin kita "dipakai" oleh Allah sebagai sarana untuk pembiakan manusia. Bayangkan jika dalam proses itu kita kotori!!!!. Dan alangkah sangat besar siksa Allah kalau "TEMPAT SUCI (rumah Allah)" dimana Allah berkreasi, mencipta, berkendak, dan mengembangbiakkan manusia itu dikotori dengan berbagai tindakan yang negatif (fujur). Tatkala kita mengotori kelamin dengan kehendak percabulan, maka berbagai perbuatan cabul pun akan muncul tak terkendalikan pada diri kita ini. Akibatnya? Anaknya? Ke depan???? Hidupnya??..... Subhanaka????? Subhanaka?????? subhanaka?????
Dsn. Sayun Ds. Jejel Jam 6.52
Goze Isno
1 komentar
Label:
Curhat
Senin, Juni 22, 2009
Wanita Musta'mal
Diposting oleh Goze IsnoSalah satu siswi, pernah menceritakan kepada saya gaya berpacarannya dengan pacarnya. Setiap kali ketemuan dengan pacarnya, pacarnya selalu minta ciuman. Tetapi menurut pengakuannya, dia selalu menolak. Penolakan ini kemudian menghasilkan ledekan kalimat “Engkau tidak sayang sama aku?”. Karena tidak mau dikatakan tidak sayang, maka terjadilah ciuman mesraan itu. Siswi yang lain lagi pernah curhat sama saya bahwa dia punya pacar pendiam. Setiap kali pacaran selalu tidak aktif. Padahal siswi saya ini, ingin romantis seperti di dalam sinetron-sinetron. Karenanya, pada kesempatan yang memungkinkan berduaan, siswi ini minta dicium sama cowoknya. Namun cowoknya tidak mau. Karena tidak mau murid saya ini sewot. Akhirnya demi mengobati kesewotannya, sang cowok akhirnya mau mencium. Beberapa hari pasca penciuman itu, setiap kali ketemuan malam minggu, justru sang cowok selalu menuntut untuk ciuman….he..he.. enak tenan. Pada kesempatan lain, ada satu siswa saya yang berkunjung ke rumah saya. Dia meminta saran saya untuk memutuskan antara meneruskan hubungannya dengan pacarnya ataukah tidak. Karena disatu sisi, dia sayang, tetapi disisi lain dia melihat ceweknya terlalu merdeka. Kemerdekaan pacarnya diceritakan, sering dikunjungi oleh teman laki-lakinya. Padahal dirumah ceweknya itu seringkali sendirian karena orang tuanya sibuk mencari duwit. Ceweknya sendiri terlalu berani dengan laki-laki. Dibuktikannya sendiri, ketika dia pernah berkunjung ke ceweknya itu. Karena tidak ada orang sama sekali di dalam rumahnya, maka siswa saya ini diajak cium-ciuman sama ceweknya tadi……wah…wah. Murid saya ini bertanya “menurut pak Isno, wanita semacam ini kira-kira cocok untuk masa depan saya ataukah tidak?” aku bihun. “menurut kamu bagaimana?” kembali saya tanya sama dia. “Saya kurang sreg, pak” dia menjawab. “Kenapa?” saya bertanya lagi. “dia itu sudah gonta-ganti pacar pak. Saya ini telah sekian kalinya. Kalau dengan saya saja dia minta ciuman, apa dengan pacar-pacar sebelumnya dia juga tidak begituan, pak? Berarti saya dapat sisanya pak.” He…he…..wekekekekek.
Cerita ini sungguh sangat menarik. Kenapa? Karena ceritanya adalah cerita fakta tentang hasil-hasil dari pacaran….he..he…. sayang, cinta, rindu dimaknai hanya dengan ciuman, berpelukan, pegangan tangan de el el. Sungguh kebodohan yang disempurnakan. Ayo kita merenungkan…… waktu SD saja kita akan menemukan ada siswa-siswi yang sudah berani pacaran….nanti putus…..ketika SMP pacaran lagi……putus lagi…….waktu SMA pacaran lagi…..putus lagi……belum di Perguruan tinggi…..dasar cinta monyet makanya orangnya seperti monyet…..suka menyeringai. Anda bayangkan, Ya, kalau selama SMP itu pacarnya satu, kalau berkali-kali putus nyambung?????? Belum di SMA. Belum di Perguruan Tinggi. Ya!!!!kalau hanya sekedar ngomong doank! Kalau setiap kali punya pacar dia selalu dicium, dipegang, diraba, ditrawang. Saya menjadi ingat pelajaran fiqh, tentang macam-macam air yang bisa digunakan untuk bercuci. Pertama, Air itu ada air yang suci dan bisa digunakan untuk bersuci contoh air sumur, air sungai, air laut, air hujan dll. Air-air ini dijamin suci dan bisa digunakan untuk wudlu. Kedua, air itu ada yang suci, tetapi tidak bisa dipakai untuk bersuci (berwudlu) contoh air kopi, air susu, air kelapa…..meskipun suci tetapi tidak bisa dipakai untuk wudlu. Termasuk yang sering dijadikan contoh dalam kitab fiqh pada contoh air suci tetapi tidak mensucikan adalah air musta’mal yaitu ketika anda berwudhu, sisa dari percikan air yang membasuh muka anda itu tidak bisa digunakan untuk berwudhu lagi. Kenapa? Karena airnya telah terpakai untuk bersuci sehingga tidak bisa digunakan untuk bersuci. Kalau tetap digunakan maka wudhunya batal alias tidak sah. Karena menggunakan air sisa. Ketiga, air najis, yang tidak suci dan tidak bisa digunakan untuk mensucikan contoh kencingnya kuda, kencingnya Pak Ngademo, dll. Sama dengan wanita, jika mereka itu termasuk wanita yang menjaga kehormatannya berarti dia adalah wanita suci dan bisa digunakan untuk mensucikan cinta dan pernikahan mereka. Dia (wanita) bisa mensucikan qolbu suaminya. Mensucikan kotoran-kotoran suaminya. Sedangkan kedua, apabila wanita telah terpakai maka dia tidak mampu untuk mensucikan. Dia telah terpakai dengan dicium, dipeluk, dipegang, diraba dan ditrawang…..maka ibarat air tadi tidak bisa mensucikan meskipun dia masih suci. Silahkan anda tafsiri sendiri. Ketiga adalah (maaf) wanita ibarat air tadi “wanita najis”, wanita yang sudah tidak suci lagi. Karena tidak suci maka dia tidak mungkin bisa mensucikan. Mensucikan apa saja? Bagaimana bisa mensucikan wong dirinya saja tidak suci.????
Nah kira-kira anda termasuk golongan wanita bertipe apa????? Maaf kalau tulisan ini berbau ketidakadilan gender. Sampean tinggal ngrubah saja, wanita menjadi laki-laki saja. Soalnya juga banyak laki-laki yang musta’mal dan laki-laki najis. Mungkin termasuk saya.!!!!!!!
3
komentar
Label:
Curhat
Generasi Ilegal
Diposting oleh Goze IsnoTahun pertama aku mengajar, dipertengahan semester, aku mendengar ada salah satu siswa saya yang MBA (married by accident), hatiku tersayat-sayat. Ditahun kedua, aku juga mendengar dan menyaksikan beberapa siswi saya dibeberapa sekolah, MBA juga. Ditahun ini juga aku mendengar ada beberapa siswi yang menjadi ayam sekolah -tetapi sudah out- bahkan ada yang menjadi BIG BOS. Hatiku bagaikan disayat-sayat oleh sebilah pisau yang kemudian ditaburi oleh garam. Dalam hatiku menangis, “Ya Alloh, bukankah aku sering memberikan nasehat akan bahayanya maksiat? Ya Alloh, bukankah selalu setiap aku mengajar kepada mereka aku sisipkan pesan-pesan moral lewat ayatmu, betapa manusia harus mengebiri nafsunya? Ya Alloh, bukankah aku selalu mendoakan dan mengirim fatiha kepada mereka, agar Engkau senantiasa membimbing hati mereka menuju jalan-Mu? Kenapa mereka menempuh jalan yang salah? Kenapa mereka tergerumus dalam kegelapan jalan? Kenapa Ya Alloh? Ya Alloh aku hanya penyampai pesanMu, urusan Hidayah urusanmu Ya Alloh. Aku pasrahkan kepadamu. Apa yang terjadi terjadilah. Namun Ya Alloh aku berharap Engkau bukakan kembali tulinya murid-muridku mendengar dendang ayat-ayatMu, bukankah Butanya Mata akan sifat, dzat dan af’almu. Bukakanlah rantai tangan dan kaki untuk menuju jalan-Mu. Amin.
Jika kita berpikir, itu hanya dalam beberapa lingkup kejadian MBA. Bagaimana dengan di sekolah-sekolah lain? bagaimana dengan di perguruan tinggi? Bagaimana dengan dimasyarakat umum khususnya dikota metropolitan?.Teman-temanku di Sapu Cikrak pernah melakukan penelitian di internet dengan menghitung jumlah pelaku sex video porno yang memakai baju SMA jumlahnya sudah mencapai ratusan. Apa setelah itu wanitanya tidak hamil? Belum ada laporan. Dalam buku Sex In the Cost karya IIP WIJAYANTO, yang meneliti disejumlah kampus yang menghasilkan kesimpulan 97.05 % mahasiswi sudah tidak perawan lagi. Hamil tidak ya yang tidak perawan itu?????? Dia juga menulis Campus Fried Chicken yang mbahas fenomena ayam kampus di perguruan tinggi. Buku yang sama In The Name of Sex, yang berisikan perilaku sex di Jogjakarta. Ada lagi Jakarta Under Cover, de el el. Bahkan lembaga pemerintah juga pernah meriset dengan hasil yang mencengangkan remaja yang belum menikah tetapi telah melakukan hubungan sex diluar nikah mencapai 60% diseluruh Indonesia. Wah….wah….wah…..generasi Indonesia ke depan akan dihuni oleh anak-anak dari MBA. Generasi ke depan akan dipimpin oleh anak dari hubungan gelap, makanya negaranya akan gelap!!!!!!!. Bibit-bibit generasi kita adalah bibit tidak unggul makanya kita tidak pernah unggul!!!!!! Bibit generasi kita adalah bibit dari perilaku illegal makanya sukanya yang illegal-ilegalan. Bibit generasi kita adalah bibit haram, makanya Alloh tidak memberi cahaya-Nya di negeri Nusantara. Masya Alloh!!!!!!!!!
0
komentar
Label:
Curhat
Kentut Sang Imam
Diposting oleh Goze Isno
0
komentar
Label:
Curhat
Sabtu, Juni 20, 2009
Connect to Alloh
Diposting oleh Goze IsnoSebenarnya bukannya saya tidak setuju dengan ungkapan-ungkapan gaib sebagaimana diceritan oleh orang-orang tadi. Tetapi ungkapan-ungkapan tersebut terkesan pamer untuk tidak mengatakan menyombongkan diri. Mereka masih menampakkan kehebatan dirinya. Adegan yang sama pada sihir-sihir dalam pementasan juga terlihat “aku lho bisa”. Dalam kontek tasawuf orang seperti ini masih terpenjara dalam keakuannya. Padahal manusia ketika berhadapan dengan Alloh harus tidak boleh mengaku-aku. Aku tidak bisa apa-apa. Aku bukan siap-siapa. Aku tidak punya apa-apa. Lahaulawalakuwwata ila billahil aliyil adzim. Adapun ilmu-ilmu gaib yang ada itu hanya sarana bukan tujuan. Jika orang riyadloh tujuannya bisa melakukan keanehan-keanehan maka orang ini tertipu. Padahal riyadloh itu hanya untuk taqarub Ilalloh. Jika ilmu tidak bertujuan kepada Alloh maka ilmu tersebut menjadi hijab/penghalang orang menuju Alloh. Orang bisa computer tapi kemudian dia mengaku-ngaku bahwa dia orang paling pinter berarti ilmu itu menjadi hijab. Orang pandai fisika tetapi kemudian mengaku-ngaku dirinya pandai dibanding lainnya maka ilmu itu menjadi hijab dan lain sebagainya. Karenanya segala amaliah tidak diperuntukkan kepada Alloh maka menjadi, meminjam istilah jawanya Muspro, gak nok manfaate.
Jika ingin connect ilalloh, maka ilmu itu harus menjadi 1. Alat untuk taqarub ila lloh 2, Ilmu itu harus menjadi Dzikir 3, Ilmu itu harus menjadikan kesadaran ketahuidan, ke 4, ilmu itu harus menuntun nafsu untuk tunduk kepada Alloh. Tidak hanya ilmu tetapi semua amaliah tindak tanduk harus diperuntukkan Alloh. KATAKAN TIDAK SELAIN ALLOH. PASTI CONNECT ATUH. Selamat mencoba!!!!
0
komentar
Label:
Curhat
Republik Nyontek
Diposting oleh Goze IsnoTapi saya pikir-pikir ternyata kita semuanya rata-rata jadi manusia yang suka nyontek juga ya???? ayo kita coba menelaah. Dulu masyarakat kita kalau memanggil keluarga kita ”ibu, bapak, paman, bibi, embah kakung, mbah putri” kemudian kita menyontek istilah Barat seperti ”mama, papa, om, tante, opa, oma”. Dulu kita bangga punya nama-nama Indonesia seperti ”Bambang, Joko, Iskandar, Ngademo, Ngatemo, Suparman, Rahayu, Endang, Poniti, Painem, Wagisah, Leginem, Isno” kemudian kita menyontek nama Barat seperti ”Farel, Marvel, Johny, Armando, Adelia, Christina, Ceilla, Cornelia.” Dulu kita terbiasa untuk sungkem, bersalaman dan mencium tangan orang tua kemudian kita nyontek budaya global berupa ”cium pipi kanan dan pipi kiri” uenak tenan ser....ser....ser.....dulu kalau kita punya hiburan berupa wayang purwa, wayang orang, wayang klithik, ketoprak, ludruk, kentrung, jatilan, tari topeng, jaran kepang, reog, bantengan, sholawatan, hadrahan, jidoran, kemudian sekarang kita nyontek hiburan barat berupa band, orkestra, dancing, karaoke, capoera, dan teater. Gedung-gedung pertunjukan seni tradisional satu demi satu tutup, kemudian digantikan dengan menyontek berupa resto, cafe, bar, bight club yang menyuguhkan penyanyi-penyanyi dengan iringan grup band atau electone. Dongeng anak-anak tradisional khas Nusantara seperti ”Timun Emas, Joko Kendil, Sawunggaling, Kancil Mencuri Timun, Sangkuriang, Roro Jonggrang” kita ganti dengan menyontek dongeng global seperti ”Avatar, Naruto, Marsupilamy, Sinchan, Popeye, Mickey Mouse.” Dulu kita bangga makan ”pecel, tumpang, sayur asam, rawon, gudeg, mangut, soto, tiwul, gethuk, cenil, geplak, nagasari, onde-onde, wajit, jadah, lemper, ronde, bandrek, kopi tubruk, angsle, kolak, dawet, tuak, badek, legen”, tapi karena kita suka nyontek maka makanan kita pun kita ubah menjadi ”Hamburger, Hot Dog, Pizza, Spaghetti, Fried Chicken, Donat, Beefsteak, Kebab, Soup, Brownies, Spikoe, Rolade, Coke, Root Beer, Cappuccino, Moccaccino, Beer, Wishkey, Vodka, Wine, Gin.” de el el..........
Ayo mikir maneh!!!!!!! Apa yang tidak nyontek???????? Konsep negara saja nyontek. Dulu kita kerajaan sekarang menjadi Republik, Demokrasi, Presiden, DPR, Menteri, Gubernur de el el kuabeh nyontek, bahkan sekarang ada orang-orang yang mau nyontek konsep Khilafah juga.....he...he..... Gaya rambut nyontek, bedak nyontek, ngantingi kuping saja nyontek, Jenggot ya nyontek, bajunya nyontek, kutangnya juga nyontek, celananya nyontek. Kok kita ndak ada yang orisinil dari pikiran kita sendiri ya????????
Mungkin kalian akan bilang, menyontoh dalam keberhasilan kan boleh? Saya jawab, Menyontek kok Terus.....Kapan Pintere??????? Gusti Alloh iku memberi otak untuk berpikir kreatif bukannya hanya menyontoh. Bisa-bisa kita ini orang yang kufur nikmat, diberi otak kok tidak disukuri, makane diadzab sama Alloh berupa kebodohan bin goblok bin tulalit bin lolaklolok bin ngah ngoh........dan bin bin lainnya dijazirah Indonesia. Ayo berpikir!!!!!!!!
2
komentar
Label:
Curhat
Rabu, Juni 10, 2009
Pelayan Umat
Diposting oleh Goze IsnoKeinginanku untuk mengunjungi Pondok PETA Tulungagung benar-benar dikabulkan oleh Alloh. Bersama dengan tiga sahabat yang memiliki visi yang sama, aku berkunjung ke pondok terkenal itu. Setelah melewati jalan panjang dari Mojokerto-Jombang-Kediri-Nganjuk-Madiun barulah kami sampai di alun-alun Tulungagung. Kami berhenti disekitar Masjid Agung. Kemudian kami menelusuri jalan raya hingga sampai disebuah rumah, kami belok. Saya mengira itu hanya sebuah rumah, ternyata itu adalah pondok pesantren PETA. Menariknya pondok itu tidak ada papan nama, dan tidak akan mengira bahwa itu adalah pondok. Sungguh bangunan yang penuh ketawadhuan, tidak ingin dikenal. Sampai di pondok, kami langsung berziarah ke Syekh Mustakim dan Syekh Jalil. Suasananya sangat kontemplatif. Aku khusu’ menghaturkan doa kepada Sang Mursid itu. Sehabis ziarah, kami langsung melaksanakan sholat ashar bersama dengan jamaah lainnya. Menariknya mushola itu di desain gelap tetapi dingin penuh kekusuan. Aku sholat agak merinding. Sehabis sholat diikuiti dengan dzikir together. Menarik, karena dalam dzikir itu seakan dinding-dinding kesombonganku dihancurkan dengan suara keras lafadz “LAILAHAILALLAH”. Aku berkidik. Setelah selesai sholat ashar, kami menemui salah satu pengurus pondok PETA. Kami diberi penjelasan panjang lebar tentang pondok PETA. Mulai dari anggotanya yang menyebar luas ke seluruh Indonesia sampai dengan beberapa etika-etika bisa wusul kepada Alloh. Hatiku berdegup-degup penuh kekaguman. Kekagumanku bertamba-tambah setelah kami digiring ke dapur untuk makan. Selidik punya selidik sehabis makan ternyata seluruh santri baik yang mukim maupun yang musafir diberi makan semua oleh kyainya. Siapapun yang datang kesitu dijamin diberi makan dan tidak akan kelaparan. Bahkan kata salah satu santri, jika acara haul, seluruh tamu undangan yang mencapai ribuan dari seluruh Indonesia, semuanya diberi makan oleh kyainya. Luar biasa. Aku menjadi terkagum-kagum dengan etika yang diperankan oleh pondok PETA. Mereka memberi. Mereka melayani. Bukannya ingin diberi dan dilayani. Andai seluruh kyai seperti itu? andai seluruh pondok seperti itu? andai seluruh pemimpin seperti itu? andai seluruh guru seperti itu? melayani bukan dilayani.
Kyai melayani umatnya bukan minta amplop kepada umatnya. Pemimpin itu harusnya melayani rakyatnya bukannya menindas rakyatnya. DPR itu dirubah saja menjadi Dewan Pelayan Rakyat, MPR itu diganti Majelis Pelayan Rakyat. Guru itu melayani muridnya bukan hanya menggurui saja. Sehingga akan terjadi pola pikir terbalik, sesombong-sombongnya DPR, MPR, Presiden, Kyai, PNS tetap mereka itu pelayan. Pelayan rakyat.
0
komentar
Label:
Curhat
Manusia Nyleneh
Diposting oleh Goze IsnoLewat temanku, aku dikenalkan dengan seseorang yang aneh. Keanehannya itu terlihat dari penampilan, cara berbicara dan profesinya. Sebenarnya profesinya tidak nyleneh. Namun merangkap dalam profesi lain itulah yang nyleneh. Aku menemukan orang ini ditengah-tengah hiruk pikuknya Terminal Mojokerto. Dia tinggal di sebuah bangunan kecil. Disitu tertulis profesi dia. Pengacara, atau lawyer. Dia memang benar-benar pengacara bukannya pengangguran banyak acara. Namun selidik punya selidik, ternyata yang ditangani tidak hanya berkaitan masalah hokum saja. Tetapi juga dengan masalah-masalah social, agama, jin dan lain sebagainya. Semuanya tumplek blek disitu. Saya melihat disitu banyak pegawai-pegawai Tjiwi dan Ajinomoto yang bertamu ke orangnya. Bahkan dia pernah bercerita santrinya juga ada yang masih aktif di Balong Cangkring Indah alias…….TUNASUSILA. Aku bertukar pikiran dengan dia tentang fenomena kesurupan masal disekolah, titik temu sejarah majapahit, dan berbagai hal fenomena kegaiban. Semua dijawab dengan gamblang. Aku benar-benar kagum dengannya. Dialah emas yang aku cari. Seorang manusia nyeleneh kurus, hitam dan tidak tampan. Namun hatinya emas yang ia bagikan kepada semua manusia tanpa memandang berjenggot ataukah tidak, berjilbab ataukah tidak, berjenis kelamin ataukah tidak, alim ataukah tidak, kaya ataukah tidak. Keanehannya yang membedakan dengan banyak orang lain bahkan dengan kyai sekalipun adalah keikhlasannya dalam memberikan seluruh hidupnya untuk umat. KOK SIK ONOK UMAT SING KOYOK NGENE!!!!!
1 komentar
Label:
Curhat
Islam Tanpa Jenis Kelamin
Diposting oleh Goze IsnoSaya pernah diceritai oleh salah satu murid tentang pengalamannya yang menarik. Ketika dia habis berkunjung dari saudaranya yang sakit di Rumah Sakit Umum Mojokerto, dia ditegur oleh salah seorang pengunjung. “Dik, sampean iki agama Islam apa?” mendengar pertanyaan ini dia kemudian menjawab “Saya ini Islam”. “Kok pakek Jubah plus kakinya dikasih kaos kaki?”. Mendengar pertanyaan ini, sontak muridku ini tertawa terkekeh-kekeh…wekek kek kek…….. memangnya tidak boleh pakai Jubah? Wong pakai rok bikini saja boleh? Dan itu masih dicap Islam….wekekekeke…….Cerita ini hampir mirip dengan pengalaman istriku dan pengalamanku sendiri. Istriku itu kebetulan punya koleksi Jilbab banyak. Salah satu jilbab yang dipakai mirip jilbabnya LDII/LAMKARI. Ketika dia memakai dalam perjalanan, banyak orang mengira bahwa dia sudah menjadi anggota LDII. Begitupun ketika dia memakai jilbab yang longgar, banyak orang mengira bahwa dia seperti orang HTI. Ketika dia memakai jilbab biasa orang menganggap dia orang NU. Pengalaman saya sendiri, Saya pernah menukar jaket dengan temanku. Kebetulan jaket temanku itu ada tulisannya KAMMI. Waktu aku mengisi bareng SKI SMAGHA bersama dengan anak PKS, anak PKS ini menegur dengan begitu antusias dan berbinar-binar , “Mas Isno, antum ini juga golongan kami toh, antum anak KAMMI iya?”. Saya kaget, tetapi faham, mungkin anak PKS ini terkecoh dengan jaketku. Kemudian aku menjawab “Afwan, jaket ini milik temanku”. Dia langsung kecut. Wekekekekekek. Begitupun dengan cerita ketika aku memakai jenggot, orang mengira aku adalah Islam garis keras. Namun ketika aku ikut Tahlilan orang mengira aku adalah orang NU. Waktu dulu ketika saya masih mahasiswa, saya pernah ikut menjadi tim sukses PAN, orang mengira aku adalah orang Muhammadiyah. Waktu aku berdiskusi dengan pemikiran-pemikiran kritis orang mengira aku adalah Islam Liberal. Waktu orang melihat aku yang suka suka wiridan, berbaju sederhana dan berbicara ilmu hikmah, orang mengira aku adalah sufi. Wekekekek. Memangnya sudah demikian “ADUH BEE PARAH IK”, sehingga orang terkecoh dengan penampilan. Ternyata penampilan baju itu sudah bisa menandakan jenis kelamin Islam seseorang. “kamu Islam itu ya? kamu Islam ini ya?”. ashabiyah atau golongan itu sudah begitu parah. Kita tidak menjadi manusia merdeka. Karena segala gerak penampilan itu memenjaran seseorang masuk dalam golongan tertentu. Yang lebih parah, jika penampilan itu menjadi mewakili kepribadian seseorang. Contoh dengan memakai sorban, baju koko dan kopyah putih kita sudah bisa dipandang orang alim. Ketika kita pake baju hitam, berkaca mata hitam, rambut sangar, kita sudah bisa dikatakan preman. Bukankah sekarang ada bajingan yang macak kyai, dan kyai yang macak preman? Ah……benar-benar menipu. Kita terkecoh dengan penampilan. Namun aku sarankan kepada kalian semua. Biarkan orang mau bilang apa dengan penampilan kita, yang terpenting dalamnya penampilan yang selalu taqarub ilallah. Ndak begitu penting apakah itu bajunya HTI, PKS, NU, Muhammadiya dll. Yang penting ENGKAU ISLAM. ISLAM TANPA JENIS KELAMIN.
0
komentar
Label:
Curhat
Maha Jealous
Diposting oleh Goze IsnoPernah suatu hari aku dikagetkan oleh tangisan istriku yang barusan bangun dari tidurnya. Ia menangis tidak berhenti-henti walau aku berusaha untuk mensetop tangisnya. Aku mencoba bertanya, ada apa? Kenapa menangis? Apa aku melakukan kesalahan? Siapa yang menyakitimu hingga kamu menangis?????? Dan sederetan pertanyaan lain yang penuh dengan penasaran. Setelah beberapa saat tangisannya reda. Aku merasa lega. Kemudian aku melanjutkan pertanyaan, ada apa? Dia dengan mata tajam menjawab “Kamu kejam?” aku kaget kok dibilangi kejam padahal selama ini aku tidak pernah melakukan KDRT. “Kamu nakal?” kamu selingkuh?....aku ingin marah kalau dibilang selingkuh soalnya saya merasa tidak pernah melakukan perselingkuhan. Kamu kok bilang seperti itu? buktinya apa kamu bilang aku selingkuh?......kamu selingkuh di depanku? Dia mengulangi tuduhannya. Aku tidak pernah selingkuh sayang? Dimana dan kapan aku selingkuh di depanmu? Aku berusaha untuk membela. Tadi malam di dalam mimpiku? Dia kemudian melanjutkan tangisnya. Aku tertawa terbahak-bahak. Ítu dalam mimpi sayang? Wong ngipi kok sampe ditangisi aku berusaha mencairkan suasana. Dia menjawab “ meskipun begitu”. Aku tandaskan “Yang terpenting dalam alam nyata aku tidak selingkuh”. Istriku menjawab “ dalam mimpi sekalipun kamu tidak boleh selingkuh bahkan dalam alam pikiranmu pun tidak boleh selingkuh”……aku terbengong-bengong ingin tertawa tapi ingin kutahan agar tidak tersinggung perasaannya. Dalam hatiku berujar “Ya Alloh istriku telah mengajari aku tentang ketauhidan kepada Mu. Manusia saja tidak ingin dikhianati cintanya apalagi CINTAMU yang sejati kepada makhlukmu. Manusia saja tidak ingin diduakan, tidak ingin diselingkuhi meskipun dalam mimpi atau dalam alam pikirannya, apalagi ENGKAU? Kita manusia-manusia genit ini seringkali menyelingkuhi ALLOH baik dalam perbuatan maupun dalam alam pikiran? Kita masih mencintai selain ALLOH. Dalam pikiran dan hatiku kita masih bersemayam cinta selain ALLOH. Masih ada rasa cinta kepada duniawi. Masih ada rasa cinta kepada ketenaran,pujian, harta, pangkat, jabatan dll. Bukankah ini adalah selingkuh yang sebenar-benarnya selingkuh? Padahal tidak ada yang lebih jealous selain ALLOH jika diselingkuhi. Tunggu saja reaksinya jika sudah menyelingkuhi ALLOH. Manusia saja jika sudah jealous pasti ngamuk, anda bayangkan jika itu ALLOH??????? ”.
3
komentar
Label:
Curhat
Hutang Dalam Niat
Diposting oleh Goze IsnoSuatu hari, aku bersama istri berencana untuk memberi gula 1 Kilo dan Roti untuk Ibu yang telah menjual tanah dan rumahnya kepadaku. Maksud hati ingin menjalin hubungan silaturahmi lebih erat. Aku dan istri berangkat. Sampai dirumahnya ternyata orangnya tidak ada. Karena tidak ada aku memutuskan untuk pulang saja. Namun perasaan merasa belum bertemu dan memberikan gula dan roti kepada ibu penjual rumah menggelisahkan aku dan istriku. Kami merasa bahwa masih berhutang niat yang belum terlunasi. Akhirnya kami pun kembali ke rumah ibu lagi sampai beberapa kali, tetapi orangnya tetap tidak nongol-nongol. Hingga suatu hari sebelum kepindahan ibu ke tempat lain, kami dapat menemuinya. Akhirnya hutang dalam niat itu terlunasi sudah. Kami sebenarnya terpengaruh dengan dawuhnya Kyai Djamal. Beliau pernah bercerita tentang pengalamannya hendak menemui Kyai Djalil Tulungagung. Dalam hatinya ia ingin memberikan persembahan berupa uang 25 ribu kepada gurunya tersebut. Namun sesampainya di sana, Kyai Djamal tidak bertemu dengan Kyai Djalil. Akhirnya ia pulang. Setelah beberapa hari kemudian, Kyai Djamal sowan ke Kyai Djalil lagi. Di sana Kyai Djamal melihat Kyai Djalil sedang menemui tamu-tamunya. Melihat Kyai Djamal, Kyai Djalil bertanya kepada Kyai Djamal “ Kyai ini ada pertanyaan? Ada murid yang ingin memberi 25 ribu kepada gurunya? Namun gurunya tidak ada? Kira-kira uang yang 25 ribu yang hendak diberikan itu termasuk hutang ataukah tidak?” mendengar pertanyaan itu sontak Kyai Djamal kaget. Ternyata gurunya sudah tahu apa yang terjadi. Setelah peristiwa itu, Kyai Djamal jika hendak melakukan sesuatu kebaikan langsung dilakukan. Tidak menunda-nunda. Karena niat yang baik tidak dilaksanakan akan menjadi hutang untuk dilunasi. Ketika anda berniat sebenarnya disaksikan oleh Alloh!!!!!!!
1 komentar
Label:
Curhat
Senin, Juni 01, 2009
REM TAUHID
Diposting oleh Goze IsnoSewaktu saya naik sepeda motor, saya mengingat-ingat kelakuan mahasiswa di Universitas Brawijaya tempat dimana aku mengunjungi muridku. Mereka terlihat bebas dan tidak terlalu memperdulikan ritual agama. Terbukti dari ketika ada adzan mereka ndak sholat-sholat. Pemandangan ini hampir sama dengan teman-temanku dulu sewaktu di IAIN. Mereka mengaku ingin bebas dari segala belenggu aturan termasuk aturan Tuhan sekalipun. Maka tak heran jika ada salah satu senat di salah satu IAIN membuat sebuah kawasan “Kawasan Bebas Tuhan”. Dalam hatiku “memang ada ta manusia yang bisa bebas dari jangkauan Tuhan????????” mungkin ada, tapi Tuhan cap apa? Tapi memang ada ta cap Tuhan? Ancene otaknya sudah terbalik………….sepedaku terus melaju…….beberapa kali aku harus mengerem sepedaku karena di depanku mobil kadang-kadang berhenti….rem sepedaku agak ngelossss……..tetapi untung aku masih lihai memainkan rem ku dengan kugabung rem depan. Aku tiba-tiba mendapat pemahaman, andai sepedaku tidak ada rem, bagaimana ya?????? kalau orang hidup itu tidak ada rem bagaimana ya….????????? punya rem saja ada yang nubruk!!!!!!!bagaimana yang tidak punya rem???????? rem syariat!!!!!!! Rem hati!!!!!!!rem tauhid!!!!!!!!!
1 komentar
Label:
Curhat
Tetangganya Alloh
Diposting oleh Goze Isno
Pada saat masih di Batu, saya membayangkan akan bisa menemui murid-muridku di Malang. Namun tiap hari aku harus disibukkan dengan berbagai penulisan penelitian. Sehingga sangat kecil sekali aku untuk bisa keluar. Namun Alloh memeluk keinginanku. Di akhir-akhir mau selesainya acara Diklat, aku ditunjuk oleh seluruh guru untuk memback up seluruh data dan akan disebarkan keseluruh peserta. Aku memutuskan untuk memback up di Malang saja. Akhirnya aku bisa jalan-jalan ke Malang dan disana aku bisa menemui salah satu muridku. Dalam perjalanan aku lewat di depan Universitas Muhamadiyah, segera aku teringat dengan salah satu murid yang bernama Kharis. Ia kuliah disitu. Segera aku membayangkan andai aku bisa bertemu dengan dia? Sepeda motorku terus melaju sampai di Universitas Brawijaya. Aku segera menemui muridku yang bernama Mustakim. Ah!!!!!ternyata Alloh benar menaqdirkan aku bisa mengunjungi muridku itu yang sebenarnya sudah aku rencanakan lama. Ternyata benar-benar menjadi kenyataan. Setelah selesai dari Universitas Brawijaya, segera aku pulang kira-kira pada saat itu jam 19.30 menuju Hotel Pitaloka. Namun sebelum kesana, aku harus membeli Cover CD biar lebih cantik. Saya mencari ditiap tokoh FOTOCOPY, namun hanya beberapa saja yang punya. Sampai sepeda motorku di depan Universitas Muhammadiyah, tetapi tetap belum tuntas pencarian coverku. Ndak ada. Sampai kemudian tiba di sebuah toko, aku turun dari sepeda dan berharap toko itu ada cover CD. Belum lama aku turun aku bertatapan dengan wajah seseorang yang bertatapan mata denganku. Sepontan aku dan dia menyapa, “Pak Isno? Aku menjawab “oh Kharis?”……..aku tidak percaya bahwa apa yang aku bayangkan itu menjadi kenyataan. Aku diketemukan dengan orang yang ku bayangkan. Bertemu dengan muridku bernama Kharis. Padahal hanya membayangkan, bagaimana jika itu doa?????? Aku semakin yakin bahwa orang-orang yang dekat dengan kita itu adalah orang yang ada dalam diri kita sendiri bagaimana mempersepsi. Kalau engkau selalu iri dengan orang pasti engkau tidak jauh-jauh dari orang seperti ini. Sebaliknya jika engkau selalu positif feeling engkau akan selalu tidak jauh-jauh dari orang seperti ini pula. Bila kita tarik ke dalam ketauhidan, Alloh-lah yang menjodohkannya kepada orang-orang yang engkau persepsi. Penulis sendiri pernah membayangkan akan memiliki rumah dekat masjid. Ketika saya mencari rumah kemana-mana untuk dibeli eh eh ternyata aku benar-benar dijodohkan Alloh bisa membeli rumah dekat dengan Masjid dan Pondok Pesantren. Dan dekatk dengan orang yang aku persepsi menjadi tetangganya Kyai dan Tetangganya Alloh, kan Masjid katanya juga rumahnya Alloh.
0
komentar
Label:
Curhat



