Tampilkan postingan dengan label cafe sufi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cafe sufi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Maret 04, 2011

MEMBAKAR RUMAH TUHAN

Baru-baru ini sebuah masjid Ahmadiyah dibakar massa di Jawa Barat. “Gereja saja haram dibakar, apalagi masjid. Ini kegelapan model apa ya di zaman ini?” komentar Parjo pada kawannya.
“Lha ya, dulu masjidil Aqsa pernah dibakar orang Yahudi, seluruh dunia Islam marah. Sekarang orang Islam mbakar-mbakar masjid malahan…” tumpang Salikin, kawan Parjo.
“Tapi mereka itu kan sudah divonis menyimpang oleh MUI, aliran sesat segala….”
“Lhah kalau aliran sesat di Indonesia ini ada 300-an aliran sesat lho…Kok MUI bungkam saja…”
Obrolan pinggir jalan itu membeku, saling merenung diantara mereka, dan tiba-tiba kakek-kakek tua bertongkat ikut nimbrung.
“Sekarang ini sudah banyak orang kebakaran. Modelnya beda-beda. Ada kebakaran jenggot. Ada kebakaran kumis. Ada kebakaran kepala sampai mendidih ubun-ubunnya. Ada kebakaran…kebakaran….” Kakek tua itu menyebutkan ada seratus model kebakaran,sampai kebakaran yang berbau pornografi, yang membuat hadirin terpingkal-pingkal.
“Mbah sampean ini dapat istilah segudang dari mana?” Tanya Parjo.
“Jelek-jelek si Mbah ini kang senang survey…” katanya terkekeh-kekeh.
“Kalau membakar masjid itu model kebakaran apa Mbah?”
“Itu jilatan api neraka yang membakar hati orang yang membakar. Jadilah seperti itu….”
“Yang turut menyulut api neraka berarti ikutan dalam neraka donk Mbah…?” Tanya Paijo agak politis.
“Sudah tau kok bertanya..hehehe….” kata Kakek tua sambil ngeloyor.[pagebreak]

TEKA TEKI IMAM GHAZALI

Wahai sobat renungkan pesan dari Imam Al-Ghazali ketika berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki…

Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : BumiI
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179).“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.
[*]: Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allad SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.

Tersesat di Surga

Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”
“Apa yang sudah anda lakukan?”
“Amal ibadah bekal bagi syurga saya nanti…”
“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”
Pemuda itu diam…lalu berkata,
“Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”
“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”
“Saya sendiri…hmmm….”
“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amal-amalmu itu?”
“Jelas dong tuan…”
“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke syurga. Kalau toh masuk kamu malah akan tersesat disana…”
Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.
“Mana mungkin di syurga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.
“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”
“Toloong diperjelas…”
“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”
“Lho kenapa?”
“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”
“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”
“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda?
Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”
Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.
Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.
“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia?”
“Saya harus bagaimana tuan…”
“Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.
“Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah?”
Pemuda itu tetap saja bengong. Mulutnya melongo seperti kerbau.

Jumat, Februari 11, 2011

11-2-11

TANPA KITA SADARI KITA INI ADALAH PRODUK DARI KEPUTUSAN SATU TAHUN LALU, ATAU DUA TAHUN LALU BAHKAN BISA JADI LIMA TAHUN LALU. DAN SAAT INI KITA BISA MEMBACA DUA TAHUN YANG AKAN DATANG ATAU LIMA TAHUN YANG AKAN DATANG DARI KEPUTUSAN KEPUTUSAN YANG KITA AMBIL, SAAT INI.

11-2-11

Banjir bandang Nabi Nuh bagaikan luapan air mataku saat aku meratap
Nyala api Nabi Ibrahim bagaikan kepedihanku

Seandainya tidak ada luapan api cinta, niscaya air mataku akan menenggelamkanku
seandainya tidak ada air mataku, niscaya luapan api cintaku akan membakarku

11-2-11

Banyak Orang tidak suka kebenaran???????????? kata Abu Nuwas. Semua orang Protes. "Mati adalah kebenaran, dan banyak orang tidak suka kalau Mati menghampiri" Jawab Abu Nuwas.

11-2-11

Maka tekuni dua syarat 1) Ingat Kekasih 2) menentang nafsu ketika nafsu itu datang untuk membujukmu. Jangan sekali-kali kau tinggalkan ingat kekasih walaupun sekejap mata, dan langgengkanlah menentang nafsu maka nafsumu akan patu kepadamu (Imam Al-Jaili)

11-2-11

"Banyak yang suka Fitnah, termasuk Anda wahai Presiden", Kata Sufi Kentir dihadapan Presiden. "Kok bisa" Kata Sang Presiden mengelak. "Anda suka pada anak anda, Tuan Presiden?" "Tentu, karenanya anak anakku aku gadang gadang untuk mewarisi kekuasaan kepresidenanku" Jawab Sang Presiden. "Anda suka jabatan kepresidenan ini? Anda suka menjadi Presiden?", tanya Sufi Kentir. "Tentu, bahkan jika ada demo jutaan orang akan aku pertahankan", Tutur sang Presiden. "Bukankah harta dan anak itu adalah fitnah, sebagaimana al-Quran mensinyalir", Jawab Sufi Kentir. "Jadi anda adalah orang yang suka Fitnah"

Rabu, Oktober 07, 2009

Pilihan!!!!!!!!!!

Kehidupan di dunia ini adalah perintah dari Dia Yang Maha mengatur.
Orang yang bijaksana tidak akan memperdebatkan apa yang telah dialami tetapi tetap akan mencari cara untuk memecahkan kesukaran yang dideritanya.
Jangan pernah mencoba untuk merubah keputusan orang lain. Messkipun hanya memperbincangkannya!
Jika seseorang menginginkan sesuatu melalui caranya, kataknlah “baiklah” dan susun kembali caramu sendiri.
Ambillah pelajaran dari air yang mengalir. Manakala air bertemu dengan batu karang, ia mengubah arahnya dan menemukan jalan untuk tetap mengalir!
Masing-masing orang berusaha memenuhi apa yang diperlukan dalam mencapai tujuan pribadinya. Seseotang yang turut ambil bagian akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan bagiannya yang dia perlukan dan si pembawa sial juga akan berupaya sekuat mungkin untuk membuang karunia yang telah mendatangi jalannya.
Ikuti caramu sendiri tatkala kamu mengetahui kebenarannya di bawah bimbingan imanmu, sekalipun kamu tinggal sendirian!
Barang siapa berpaling dari kebijaksanaan, berarti dia sudah memilih ketidaksadaran! Dan dia mengobral kehidupannya berdasarkan hasil pilihannya.

Tamak dan Syukur

KETAMAKAN adalah ketidakmampuan seseorang untuk menghargai apa yang telah diterima dan menginginkan sesuatu “SECARA BERLEBIHAN” baginya.
BERSYUKUR adalah mengerti kepada siapa yang telah memberikan berkah sebagai Sang Pemberi. Mencari-cari seorang pemberi di balik Sang Pemberi adalah SYIRIK.
Tidak bersyukur adalah sifat orang yang tidak hidup dengan ilmu pengetahuan.
Penghiburan diri yang terburuk adalah menghibur dirimu sendiri dengan obrolan tentang ilmu pengetahuan tanpa menerapkannya dala kehidupanmu.
Orang yang tidak bisa lepas dari KEPOMPONG yang dipusingkan oleh emosiya, disebut orang yang tidak sadar.
Apakah kamu juga,.....akan menerima resiko terbelenggu di dalam KEPOMPONG-mu?

Mengendalikan diri

Seorang ayah memberi anaknya sebuah kantong berisi paku dan meminta kepadanya untuk menancapkan satu paku pada sebuah peti yang terbuat dari kayu kenari setiap kali ia marah dan kehilangan kesabarannya. Anaknya menancapkan kurang lebih 37 paku pada hari pertama.
Selama seminggu, anak itu belajar tentang bagaimana cara mengendalikan dirinya dan mulai menggunakan lebih sedikit jumlah paku. Dari waktu ke waktu anak itu menyadari bahwa lebih mudah untuk tetap bisa mengendalikan dirinya dari pada menancapkan sebuah paku ke kotak kenari. Anak itu melaporkan kepada ayahnya setiap hari manakala dia tidak menggunakan satu paku pun.
Kali ini sang ayah menyuruh anaknya untuk mencabut satu paku yang menancap pada kotak kenari itu setiap harinya manakala ia bisa mengendalikan dirinya.
Seminggu berlalu dan anak itu akhirnya selesai mencabut semua paku tersebut setelah memahami arti pengendalian diri dan kesabaran, lalu ia memanggil ayahnya. Sambila menggandeng tangan anaknya, sang ayah mengajaknya mendekati peti tersebut sembari berkata:
Wahai anakku, kamu telah berusaha keras dan belajar untuk tidak membuat lubang pada buah kenari itu selama kamu bisa mengendalikan diri.
“Hanya saja lihatlah lubang pada peti kenari itu! Lubang-lubang tidak akan tertutup kembali seperti sedia kala!”

Reaksi emosionalmu dan ketidaksabaranmu akan membuat ssebuah luka yang tak akan disebuhkan di dalam hati orang lain yang halus. Tak peduli seberapa banyak kamu meminta maaf, luka itu akan selalu ada di sana. Sebuah serangan lisan akan menyakiti seseorang seperti serangan fisik.
Sahabat-sahabat kita adalah kebahagiaan kita, mereka membuat kita tertawa, mendorong kita untuk berhasil, siap mendengar keluh kesah kita dan selalu siap untuk embuka hati mereka bagi kita.

Jumat, Juli 17, 2009

Istri Pertama


Dikisahkan ada seorang saudagar yang sangat kaya raya yang memiliki 4 istri. Suatu hari dia sakit. Sakitnya ternyata begitu parah sehingga mendekati sakaratul mautnya. Ketika mendekati sakaratul maut, sang saudagar mengumpulkan keempat istrinya tersebut. Setelah berkumpul sang saudagar bertanya satu per satu istrinya. Sang saudagar bertanya kepada istri ke empat, “wahai istriku, jika aku mati nanti, apakah engkau akan menemaniku?” mendengar pertanyaan ini istri keempat kemudian menjawab “ saya tidak sudi untuk menemanimu”. Mendengar jawaban istrinya tersebut sang saudagar bersedih hati. Kemudian dia beralih ke istri ke tiganya. Sang saudagar bertanya “wahai istriku, kalau aku mati nanti, maukah kamu menemaniku?” Istri ketiga menjawab “jika kamu mati, aku akan menikah lagi dengan orang lain yang lebih ta’jir dari dirimu” sang saudagar bersedih lagi mendengar jawaban istri ketiganya. Ia kemudian beralih ke istri keduanya dan berharap istri keduanya itu yang akan menemaninya “ istriku maukah kamu menemaniku nanti ketika aku mati?” istri kedua menjawab “ Aku akan menemanimu dan mengantarmu namun hanya sampai diliang lahat, setelah itu aku akan pergi meninggalkanmu” sang saudagar agak tentram namun ia tetap bersedih hati karena tidak ada yang menemaninya di alam kuburnya nanti. Dia hanya berharap kepada istri pertamanya, namun ada kekawatiran istri pertamanya itu tidak mau menemaninya, karena selama ini dia selalu menyia-nyiakannya. Namun dengan sedikit keberanian sang saudagar bertanya “istriku, maukah kamu menemaniku?” istri pertama diam sebentar, dan suasana begitu hening, tetapi kemudian dia menjawab “aku siap menemanimu kapan saja dan dimana saja sampai Alloh memutuskan yang terbaik untukmu”. Mendengar jawaban ini sang saudagar begitu bahagia. Karena selama ini istri yang ditelantarkan justru begitu setia menemaninya, walau di alam kubur sekalipun. Sang saudagar bersumpah jika masih ditaqdirkan hidup, ia akan memuliakan dia dan mengasihi dia selamannya.
Kawan!!!!!!cerita di atas adalah sebuah gambaran dan simbol dari sesuatu yang utama tetapi sering kita sepelekan. Emas kita anggap tai. Intan kita anggap kerikil. Besar kita anggap kecil. Kita sia-siakan kemuliaan dengan lebih menguatama sesuatu yang tidak mulia. Tahukah kawan??? Istri keempat tadi pada hakekatnya adalah jabatan/ kemasyhuran atau famaous yang sering dipuja-puja oleh sekian banyak orang. Namun ketika anda meninggal dia tidak mau menemanimu. Tahukah kawan? Istri ketiga adalah harta benda/ kekayaan/rich, banyaknya perhatian kita kepadanya toh dia tetap tidak sudi untuk menemaninya manakala kita dipanggil oleh Alloh untuk menghadapnya. Istri kedua adalah sahabat/famili/kerabat, sebaik-baik mereka, ketika seseorang meninggal mereka hanya mengantarkan kita sampai diliang lahat. Mereka tidak mau menemani kita di alam kubur. Tahukah kawan? Istri pertama tadi sebenarnya adalah amal sholihah kita. Amal sholihah itulah yang akan menemanimu untuk menghadap Alloh. Ia menemanimu di alam kubur. Ia menemanimu ketika malaikat mengintograsimu. Ia menemanimu ketika kamu digiring ke padang mahsyar. Ia menemanimu ketika Alloh memberikan keadilah kepada semua manusia di Istana pengadilan-Nya. Ia adalah istri dan teman yang paling setia menemanimu. Namun berapa banyak orang yang menyia-nyiakannya? Banyak orang lebih memburu kecantikan dunia. Mereka semua tertipu. Karena dibalik kecantikannya ternyata mengandung kepalsuan. Ia memang menggoda dan menggemarkan untuk diajak bercengkrama namun ternyata dia tidaklah setia. Dia hanya mau menemanimu ketika kamu manja dia. Kamu utamakan dia. Namun ketika kamu sudah tidak berdaya kamu ditinggal olehnya. Kerabat dan keluargamu yang kamu puja dan kamu ;pedulikan dalam seluruh umurmu sekalipun ternyata mereka tetap tidak mau menemani di kesendirian tidur panjangmu. Hanyal amal sholiha? Ya hanya amal sholiha yang terpancar dari kebeningan hati yang menemanimu. Ya! Mudah-mudahan kita semua tidak tertipu pada kecantikan istri ke empat dan ketiga sekaligus istri ke dua. Kita boleh “cinta” tetapi cinta yang tidak boleh mengalahkan cinta yang utama. Kita boleh menjadi kaya, menjabat dan lain sebagainnya namun jangan meninggalkan cinta utama. Karena cinta utama itulah cinta yang sebenarnya. Amin.

Kethuk Hati © 2008 Por *Templates para Você*