Contoh PTK PAI untuk SD
klik Judul
Selasa, Desember 01, 2009
Meningkatkan Pemahaman Materi Thoharoh Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Example Pada Siswa kelas I SDN Jabon II Kab. Jombang Semester I Tahun Aja
Diposting oleh Goze Isno
0
komentar
Label:
PTK
“ Peningkatan Pembelajaran Fiqh Kompetensi dasar Transaksi Ekonomi Islam Melalui metode pemberian tugas belajar dan resitasi Pada Siswa kelas XI SMA N
Diposting oleh Goze IsnoGuru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secaraa seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya.
Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam mengorganisasikan kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar, bertindak sebagai fasilitor yang berusaha mencipatakan kondisi belajar mengajar yang efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai. Untuk memenuhi hal tersebut di atas, guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga ia mau belajar karena siswalah subyek utama dalam belajar.
Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasana kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran.
Pembelajaran Agama Islam tidak lagi mengutamakan pada penyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada orang lain. (Hartoyo, 2000:24).
Selanjutnya .....Klik Judul
0
komentar
Label:
PTK
Peningkatan Perilaku Berpakaian Islami pada Pembelajaran PAI Melalui Metode Sosiodrama Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Kota Kediri
Diposting oleh Goze IsnoPendidikan Agama memerlukan pembenahan-pembenahan yang inovatif, khususnya dalam memberikan metode-metode yang mampu melibatkan keaktifan siswa khususnya dalam perubahan sikap dan perilaku mereka. Pengajaran pendidikan agama Islam jangan hanya menggunakan ceramah saja, karena akan mengakibatkan pembelajaran yang monoton dan membosankan dan kurang dalam memahamkan pembelajaran kepada siswa.
Seperti halnya pembelajaran pada kompetensi dasar tata krama berpakaian, tidak hanya sekedar berceramah atau nashet-nasehat namun diperlukan metode lain untuk memahamkan konsep berpakain Islami kepada siswa. Metode yang menurut penulis angkat adalah metode sosiodrama. Dengan harapan metode tersebut cepat memahamkan tentang tata cara berpakaian secara benar.
Klik Judul
0
komentar
Label:
PTK
Peningkatan Perilaku Birrul Walidain Melalui Metode Sosiodrama Mts Hasyim Asyari Kota Batu Tahun Pelajaran 2009/2010
Diposting oleh Goze IsnoPeneliti berasumsi bahwa perilaku birrul waalidain siswa masih minim dilaksanakan oleh siswa-siswi MTs Hasyim Asyari Kota Batu. Terbukti setelah mengadakan cek list ternyata didapat 48% masih belum melakukan perilaku birrul waalidain dengan cukup baik. Angka 48% dilingkungan MTs yang berbasis pengajaran agama masih terlalu minim. Karenanya peneliti berasumsi angka tersebut dapat ditingkatkan. Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang akurat dalam memacu siswa untuk memiliki perilaku birrul waalidain dengan baik. Karenanya peneliti mengangkat metode sosiodrama sebagai solusi tepat dalam memecahkan permasalahan pembelajaran agama yang selama ini kurang menyentuh pada ranah praktek. Sehingga peneliti mengangkat judul penelitian ini dengan ”“ Peningkatan Perilaku Biruul Walidain pada Pembelajaran Akhlak Terpuji Melalui Metode Sosiodrama Siswa Kelas VIII MTs Hasyim Asyari Kota Batu”. Dengan harapan penelitian ini bisa bermanfaat untuk mengukur eektifitas metode sosiodrama dalam meningkatkan perilaku birrul waalidain siswa. Sehingga siswa mampu menerapkan perilaku birrul waalidain siswa dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam merajut harmoni keluarga bahagia bersama dengan ayah bundanya tercinta.
Ini PTK sudah jadi semua. bila ingin tahu lebih lanjut klik judul
0
komentar
Label:
PTK
Peningkatan Perilaku Biruul Walidain Melalui Metode Multimedia Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Mojokerto
Diposting oleh Goze IsnoPendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penuntun dalam menjalani kehidupan, sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia (Khaeruddin, 2007). Pendidikan menjadi penentu pada transfer nilai-nilai dalam membangun kesadaran bersama. Masyarakat madani, masyarakat yang saling menghormati dan menghargai tidak akan terbentuk jika tidak diwujudkan dengan pendidikan. Karenanya maju tidaknya suatu negara tergantung pada penghargaannya pada pendidikan.
Mengapa orang memerlukan pendidikan? Setidaknya menurut Samsul Nizar (2001) ada tiga alasan seseorang memilih pendidikan Pertama, dalam tatanan kehidupan masyarakat, ada upaya pewarisan nilai kebudayaan antara generasi tua kepada generasi muda, dengan tujuan agar nilai hidup masyarakat tetap berlanjut dan terpelihara. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai intelektual, seni, politik, ekonomi, dan sebagainya. Upaya pentransferan nilai ini dikenal dengan pendidikan. Kedua, dalam kehidupan manusia sebagai individu, memiliki kecenderungan untuk dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya seoptimal mungkin. Untuk maksud tersebut, manusia perlu suatu sarana. Sarana tersebut adalah pendidikan. Ketiga, konvergensi dari keduanya lewat pendidikan.
Adapun tujuan pendidikan itu sendiri sebagaimana tercermin dari tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) adalah mengembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pendidikan dimaksudkan untuk membimbing anak didik menjadi orang yang berkualitas dengan berlandaskan nilai-nilai agama. Sehingga nantinya anak didik dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh serta menjadikannya sebagai pandangan hidup di dunia dan di akhirat.
Pendidikan agama Islam banyak diharapkan bisa menjadi garda depan dalam pembentukan akhlak yang lebih baik dalam membangun kepribadian bangsa ini. Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam harus mampu menjadikan anak didiknya memiliki kepribadian muslim yang syarat dengan pengamalan nilai-nilai Islam.
ingin tahu lebih lanjut klik judul diatas
0
komentar
Label:
PTK