Sugeng enjing. Negara kita ini lebih menyukai hal hal yang standar. Helm pun harus standar. Sekolahpun harus berstandar. Dan termasuk UNAS adalah salah satu upaya agar siswa siswinya berstandar. Tànpa sadar hal tersebut merembet ke persepsi agar semuanya berstandar. Termasuk manusianya. Harus manusia berstañdar. Kalau terlalu bodoh ya tidak boleh. Terlalu pinter juga tidak boleh. Lihat bagaimana orang orang cerdik pandai yang terbuang. Karena ia terlalu.....Tidak standar. Indonesia tidak butuh orang yang beyond of the limit. Harus standar.....
Sabtu, Mei 10, 2014
Engkau bertanya apakah aku rindu?
Aku jawab, "Ya"
Engkau bertanya apakah aku cinta?
Aku jawab, "Ya"
Engkau bertanya, kenapa?
Aku terdiam
Aku terpaku
Tak satu alasanpun bisa dituturkan
Karena rindu dan cinta, terlalu kerdil beralaskan alasan
(Coret mencoret dlm perjalanan pulang , Ngawi)
0
komentar
Label:
Status
Dibelakang tokoh tokoh besar pasti ada wanita hebat dibelakangnya. Selain ibu juga adalah istri. Saya cuma membayangkan betapa legowonya bu nyai-bu nyai yang ikhlas dan ridlo suaminya tiap hari/malam melayani ummat. Mengaji, menerima tamu, mendesain masyarakat dll. Hebat. Betapa banyaknya wanita yang mengerdilkan potensi suami hanya untuk menjadi jago kandang? Dan betapa langkanya wanita yang menghebatkan suaminya untuk memiliki kemanfaatan kepada sesama? Apakah ia wanita organik?
0
komentar
Label:
Status
Dihari buku ini, saya ucapkan syukur telah sedikit menyumbangkan karya 3 buku. "Punjer Wali Songo", "Menari di atas mimpi" dan "Sang Penggembala". Sedang sekarang menyiapkan "Sang Guru Residivis" , " Sufi Pengembara" dan "Panggil aku Pak'e". Untuk artikel saya telah menulis puluhan diberbagai koran, majalah maupun media on line. Semoga semakin banyak orang yang menghargai buku dan pemikiran orang, walau itu dikatakan karya sampah sekalipun. Ia tetaplah bukti sejarah
0
komentar
Label:
Status
Baru-baru ini, dalam sebuah diskusi, saya ditertawakan oleh teman saya. Pasalnya saya mengusulkan agar dana sertifikasi guru itu tidak usah diberikan kepada guru secara langsung. Tetapi dibelikan kambing atau sapi. Yang merawat adalah para petani di desa. Dengan mempercayakan kepada penduduk desa akan terjadi simbiosis mutualisme antara pendidikan dengan masyarakat. Guru akan mendapatkan uangnya yang berkembang dengan kambing atau sapi yang beranak pinak. Dan petani akan mendapatkan hasil dari bagi hasil dari kesepakatan merawat. Sehingga ke depan akan terjadi swasembada daging. Dipelopori oleh guru.
Dan akan terjadi pula masyarakat belajar. Dimana dalam perkembangan ke depan, akan banyak masalah masalah dalam merawat kambing atau sapi. Akhirnya membutuhkan ilmu. Maka ilmu itu harus diberikan dengan memberikan pelatihan-pelatihan. Misalnya rekayasa makanan. Perawatan yang benar dan lain sebagainya. Sehingga akan muncul masyarakat belajar. Indah sekali!
0
komentar
Label:
Status
Sungguh ironi, banyak berdiri gedung sekolah tetapi sedikit pendidikannya. Banyak rumah sakit tetapi sedikit sehatnya. Banyak pos polisi tetapi sedikit tertibnya. Banyak tentara tetapi sedikit amannya. Banyak pengadilan tetapi sedikit keadilan.
0
komentar
Label:
Status
Seorang tukang becak nyelonong begitu saja saat lampu lalu lintas berwarna merah. Seorang polisi marah marah melihatnya, " woi, dasar bodoh, ndak tahu lampu merah ya kamu". Mendapati cercaan dari polisi tersebut, tukang becak tenang tenang saja sambil cengar cengir dan kemudian menjawab, " Kalau saya pintar ndak jadi tukang becak Pak". Polisi bengong.
0
komentar
Label:
Status
Selamat jalan sahabatku. Semoga amal ibadahmu diterima Allah. Terlalu banyak kenangan bersamamu. Masih terngiang saat kita sering membincangkan berbagai persoalan siswa kita, memikirkan bagaimana memajukan sekolah. Bahkan terakhir bertemu denganmu, engkau masih bertanya, bagaimana kabar sekolah gus? Padahal engkau sedang sakit dan telah pindah dari sekolah ini. 4 sekawan kini telah berpulang satu. Selamat jalan Pak Dani Ismail S.Pd....
0
komentar
Label:
Status
Tetralogi karya Pramoedya Ananta Toer inilah menurut saya novel yang terbaik yang pernah saya baca. Sebuah novel yang tidak banyak khotbah tetapi menampilkan kejujuran realitas kehidupan serta pemikiran dan kritik yang menohok atas kuasa-kuasa pengetahuan. Bagi para novelis, tidak afdhol bila belum membaca karya Pram ini. Dan hampir ditulisan-tulisan saya, saya terinspirasi dari pemikiran Pram selain tentu dari unsur penulis penulis lain yang lebih senior dan ahli yang patut untuk dicontoh sebagai bahan racikan atas tulisan sendiri.
0
komentar
Label:
Status
Diskusi sebentar, berdua dengan Dr. Titik Triwulan Tutik yang sebentar lagi hendak dikukuhkan menjadi Profesor Tata Negara UNAIR di ruang sidang pembahasan AD/ART MGMP PAI SMA se-JATIM membuat saya sangat terkesan. Beliau memberikan pencerahan kepada saya atas pertanyaan-pertanyaan yang masih awam bagi saya yang tidak paham ilmu hukum. Saya bertanya tentang, bagaimana melaporkan para pemimpin yang sewenang-wenang kepada bawahannya itu? Dan ke lembaga mana mesti mengadu, khususnya bagi para guru apabila ada upaya pendzoliman atasnya. Sebab terlalu banyak pendzoliman-pendzoliman atas nama kepatuhan birokrasi pada para guru. PGRI belum punya taji untuk memberikan bantuan-bantuan hukum, apalagi AGPAI atau MGMP. Sehingga banyak guru yang pada akhirnya masuk ke penjara tanpa ada bantuan pendampingan atas kasus-kasus hukum yang menjeratnya. Semoga ke depan tidak ada lagi guru-guru yang didzolimi! Sebuah cerpen yang akan saya tulis yakni "sang guru residivis" adalah kisah nyata bagaimana guru-guru itu didzolimi tanpa ada pembelaan.....
0
komentar
Label:
Status
Beberapa kali sy didatangi sekelompok jin, mereka meminta di ijazahi ayat kursi. Sy tanya buat apa? Kata mereka banyak jin kerasukan manusia (Tweet Habib Lutfi)
0
komentar
Label:
Status
Kenang-kenangan bersama almarhum P. Dani Ismail S.Pd. Foto bersama dengan teman-teman satu angkatan PNS 2006. Banyak kisah yang bisa dituturkan dari kita. Tentang harapan-harapan guru muda membangun pendidikan dan mengembalikan kejayaan sekolah yang pernah harum di Mojokerto ini. Dengan kehilangan beliau, masihkah ada yang tersisa untuk bertukar pikiran membangun idealisme bersama? Masih teringat saat ia mengajar dan bertanya dalilnya ini dalilnya itu, ia ingin menggabungkan antara sosiologi dan agama. Saya pinjami buku Emile Durkhaim, seorang sosiolog agama. Juga Max webber bahkan saya juga hendak membedah pemikiran Ibnu Khaldun, sosiolog muslim......sangat jarang menemukan guru yang mau bertanya dalil agama untuk menjelaskan realitas sosial yang memang menjadi wacana utuh sosilogi...
0
komentar
Label:
Status
Setiap orang berotak kapitalis, akan selalu memanfaatkan peluang untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Termasuk melihat peluang ketakutan tidak lulus oleh siswa maupun orang tua dalam menghadapi ujian nasional. Dengan musabab ujian nasional dan ketakutan menghadapinya, maka menjamurlah LBB-LBB yang menjanjikan kelulusan. Entah itu dengan jalan apa dan bagaimana? tentu dengan jargon tidak ada makan siang gratis.....
0
komentar
Label:
Status
Seorang anak kecil diajak ibunya masuk ke swalayan. Rupanya sang anak diberi kebebasan untuk memilih makanan atau minuman yang disukainya. Sang ibu mengikutinya dari belakang. Anak itu memilih menuju ke tempat minuman. Sampai di tempat minum minuman, anak kecil itu mengamat amati semua minuman. Sampai kemudian ia berketepatan hati memilih sebuah minuman kaleng yang menarik penuh warna. Kemudian minuman itu ia berikan kepada ibunya, sebagai tanda ia tertarik dan ingin membelinya. Tetapi tidak disangka ibunya mendelik dan mencerocos dengan nada tinggi " Ini minuman beer. Mendem kowe engko". Anak kecil itu kecewa.
0
komentar
Label:
Status
Seorang anak kecil diajak ibunya masuk ke swalayan. Rupanya sang anak diberi kebebasan untuk memilih makanan atau minuman yang disukainya. Sang ibu mengikutinya dari belakang. Anak itu memilih menuju ke tempat minuman. Sampai di tempat minum minuman, anak kecil itu mengamat amati semua minuman. Sampai kemudian ia berketepatan hati memilih sebuah minuman kaleng yang menarik penuh warna. Kemudian minuman itu ia berikan kepada ibunya, sebagai tanda ia tertarik dan ingin membelinya. Tetapi tidak disangka ibunya mendelik dan mencerocos dengan nada tinggi " Ini minuman beer. Mendem kowe engko". Anak kecil itu kecewa.
0
komentar
Label:
Status
Sepertinya kita perlu memiliki etika facebook ketika mendengar info kematian seseorang. Janganlah info kematian seseorang yang ditulis oleh teman atau bahkan keluarganya kita tekan "like"! Bukankah itu berita sedih? Dalam agama kita dianjurkan untuk mengucap " Innalillahi wainna ilaihi rojiun" bukan "like". Saya rasa ditengah kabar duka kemudian kita like itu rasanya kok kurang etis...berapalah waktu yang dibutuhkan utk berucap innalillah....
0
komentar
Label:
Status
Kebaikan yang disampaikan dengan cara tidak benar maka akan menghasilkan keburukan. Sepertinya begitu.....
0
komentar
Label:
Status
Sebuah pengantar dalam buku "Markesot Bertutur" yang menyebabkan aku merubah haluan dalam hal menulis, " Bagi saya menulis bukanlah karier, tetapi menulis itu karena tugas tugas sosial" demikian kata Cak Nun.
0
komentar
Label:
Status
Selama ini saya sudah merasakan menjadi pengawas maupun yang diawasi saat ujian dari SD hingga perguruan tinggi setingkat S2. Dari pengalaman tersebut, menurut saya, yang paling jujur itu anak kelas satu SD. Kalau ada temannya nyontek miliknya, dia akan langsung angkat tangan sambil bilang, " Ustad, Alan nyontek!". Buru buru si Alan akan diam penuh ketakutan. Tetapi bila siswa SMA atau mahasiswa saat ujian nyontek teman yang diconteki itu akan diam saja. Sebab, katanya, mereka telah paham arti kerjasama.
0
komentar
Label:
Status
ETIKA KEADAAN
Diposting oleh Goze IsnoMemang tidak ada aturan tertulis, kalau waktu hujan deras dan petir menyambar nyambar tidak diperbolehkan untuk telfon telfonan via ponsel. Namun dengan banyaknya peristiwa disambar petir saat telfon, harusnya menjadikan kita ini mau belajar untuk beretika terhadap keadaan. #Edisijengkel melihat seorang gadis sebelah yang berteduh di pos sedang telfon telfonan saat petir menyambar nyambar.
0
komentar
Label:
Status