Tampilkan postingan dengan label catatan harianku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan harianku. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 24, 2011

Pelangi di Desaku

Pelangi di Desaku

Jika orang sibuk berbicara tentang Bhineka (baca: Plural, Multikultur), maka tengoklah desa-desa di daerahku, Ngimbang Lamongan. di Daerahku menampung beragam budaya yang kaya dan unik. dan juga menampung beragam aliran, agama dan kepercayaan lainnya. Ada NU, Muhammadiyah, LDII, Kristen, Kejawen dan lain sebagainya.
Semua kepercayaan berpadu dalam kerukunan dengan meninggalkan letupan konflik yang bisa saja terjadi jika ada "korek api". Namun sejak kecil saya belum pernah menyaksikan konflik konflik itu. mayoritas masyarakat dirumahku adalah "NU Kultural". Kenapa saya katakan demikian? karena kami tidak mengetahui apa itu NU? Peran NU? Fungsi Nu? Bahkan kiprah Nu di masyarakat sendiri tidak ada......Yang terpenting, yang kami pegang, amal ibadah yang diajarkan guru guru kami, ada qunut, tahlilan, dzikir bersama habis sholat, ikut kendurian, manaqiban. Baru saya benar benar tahu bahwa itu semua amaliah Nu, setelah kuliah.
Tetangga sawah saya, adalah orang Muhammadiyah. dia kupanggil Mbah Yun. Kami akrab dengan beliau. kami sering diskusi dengan beliau. Yang pada titik akhirnya, pendapatmu silahkan pendapatku silahkan......
Tetapi anehnya orang Muhammadiyah ini ahli dzikir. Kemana mana bawa tasbeh. Sampai yang membuatku heran, waktu kuliah dulu, saya diramal bakal menjadi PNS, dan anehnya benar.
Tetapi rata rata kita tidak pernah berkonflik dengan orang Muhammadiyah. Persepsi masyarakatku hanya membedakan bahwa orang Muhammadiyah itu tidak mau Tahlilan, ndak ada Qunut subuh, Tarawehnya cuma sedikit, menghalalkan makan YUYU, dan lain sebagainya.
Jika ada orang Muhammadiyah meninggal, yang barangkali tidak seguyub (rukun) yang ada di NU, yakni semua tetangga berkumpul.........

LDII, meskipun oleh Ustad Hartono Jaiz disesatkan, tetapi bagi kami mereka tetap tetangga kami. Yang kami bermuamalah dengan mereka. Urusan sawah, tokoh, jual beli, bahkan jodoh sekalipun, semuanya baik baik saja. Masyarakatku, menilai LDII, itu jilbabnya aneh. Terus kalau habis Adzan ndak ada pujian..........
Mengenai pujian, saya punya cerita menarik. Dulu waktu saya masih SMA, saya disuruh kyai saya menangai anak "Idiot", pokoknya setengah sadar. Waktu sholat ashar di jalan jalan di depan Masjid LDII. karena belum adzan adzan, dia segera masuk Masjid LDII dan mengumandangkan adzan. Setelah Adzan dia langsung pujian di speaker. Apa yang kemudian terjadi????? Seluruh orang LDII keluar semua......wk wk wk.......


Orang Kristen. Meskipun kita berbeda keyakinan tetapi masyarakatku tetap bermuamalah baik dengan mereka. Terbukti mertua saya juga mau meminjami sawahnya untuk dikerjakan orang Kristen karena ia termasuk golongan orang tidak mampu dan tidak punya sawah. Tetapi memang terkadang ia sering mendakwahkan agamanya, namun semua orang kampungku, meskipun mereka tidak sholat, semua menolak ocehannya. Tetapi memang pernah ada yang masuk ke agama mereka, tetapi itu bukan urusan aqidah tetapi urusan EKONOMI.
Kejawen. Meskipun masih bercokol kuat, sekarang sudah banyak yang diusia senja mereka akhirnya mereka banyak yang sholat. Alhamdulillah.

dan perlu saya gambarkan, pernah di desaku dimasuki oleh Jamaah Tabliq (yang pake jubah jubah putih) tetapi masyarakatku menolaknya, karena mereka cenderung konfrontasi dengan masyarakat sekitar. Mereka kurang memahami unggah ungguh sebagai tamu.

Sekilas gambaran diatas, menggambarkan bahwa pluralitas itu adalah keniscayaan (maaf ini bukan pluralisme), karena bagaimana kemudian kita menyadari keberbedaan itu. untuk dipahami dan dimengerti. sehingga setelah memahami kita akan menjadi sebuah masyarakat yang rukun yang saling memahami. Sekali lagi memahami warna warni, yang tentu itulah keindahan pelangi.

salam damai

Dede 2

Malam kemarin saya buka buka buku akhlak tasawuf yang pernah saya beli waktu kuliah dulu. Salah satu halaman yang ku baca adalah tentang subhat dalam pandangan ahli tasawuf. Eh, siang tadi saat beli rujak, aku dapati warung yang saya beli di situ, ternyata ada dedenya (darah sapi/kambing yang digoreng). Langsung segera keragu raguan merasuk dalam hatiku, jangan jangan waktu menggoreng tempe dan tahu atau lain lainnya yang dicampur dengan rujak, bercampur dengan menggorengnya dede tadi. Tanpa babibu, aku segera membuang 2 rujak yang kubeli, padahal sudah lapar sekali. Mubadzir memang, tetapi daripada tubuhku dialiri oleh dede, makanan yang tidah halal, bisa rugi aku. Karena, katanya, doa kita bakal tidak makbul. Lebih parah lagi, sholat kita tidak diterima.

Dede

Sering aku dapati ketika membeli angsle, orang orang suka makan dede. Padahal dede kan darah yang digoreng. Katanya sih enak. Dulu waktu kecil aku juga pernah makan. Tetapi dipikir pikir darah kok dimakan. Jijik.
Rasa jijik itu memang relatif. Dulu waktu pesta pernikahan, saya sudah bersiap siap dengan wajah kejam menunggui sapi yang akan disembelih. Saya khawatir orang orang akan mengambil darahnya. Untuk digoreng. Ternyata dugaanku benar, saat sapi disembelih, orang orang berebutan mengambil darah sapi dengan memakai wajan. Aku segera marah marah. Tidak Boleh mengambil darah sapi. Kalau aku memperbolehkan berarti memperlancar seseorang untuk makan barang haram. Saya kira sudah aman, karena tidak ada orang yang berani mendekat. Setelah saya pergi, eh ternyata ada saja salah satu orang mengambil darah padahal sudah berbaur dengan tanah. Naudzubillah.

Minggu, Mei 08, 2011

Perpisahan

Beberapa acara perpisahan di SMA Negeri 3, saya selalu ditakdirkan oleh Alloh tidak pernah bisa hadir untuk mengikutinya. Kecuali di tahun 2007. Pada perpisahan 2007, saat aku disalami siswa siswiki, yang mereka mencium tangan bapak/ibu guru, benar benar membuat aku tidak kuat untuk meledakkan tangisku. Barangkali orang yang melihatku akan menertawakanku, tetapi sungguh mereka tidak tahu apa yang aku rasakan. Yang aku rasakan adalah sebuah perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Tanggungjawab. itu barangkali jawabnya.
Untuk anak anakku di kelas XII yang hendak melaksanakan perpisahan di hari ini aku ucapkan selamat. Ini sebuah oret oretan awur awuran dari saya untukmu semua..............................

Ini hari aku melepaskanmu wahai murid muridku
Ini hari aku sudah melepaskan tanggung jawabku kepadamu

Barangkali ketika kita bersua engkau masih bisa ku bimbing
ku nasehati....
barangkali ketika engkau menangis di hadapanku
engkau masih bisa kutenangkan

Barangkali ketika engkau mengeluh akan persoalan hidupmu
aku masih bisa kau jadikan sandaran curhatmu

tetapi ketika engkau sudah lepas disana..............
Semua sudah menjadi hakmu......
Semua sudah didasar keputusanmu.....

Tetapi....
Wahai muridku,
Masihkah engkau ingat semua nasehat nasehatku
Masihkah engkau ingat saat saat kita semua mengkaji kehidupan
Masihkah engkau ingat nilai nilai luhur yang kita belajar bersama.....

ah,,,,,
Seakan aku belum selesai memberikan ilmu itu semua
Belum ada perubahan sikap dan tingkah tandukmu

Masih ingin aku terus mendampingimu
tetapi waktu.....
Ya waktu yang terus bergulir.....

Muridku,
Aku Takut.....
Takut nanti di akherat aku akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas posisiku sebagai seorang guru
Aku takut karena aku belum bisa menjadi seorang guru
Aku takut belum benar benar bisa membimbingmu ke arah Nya
Aku takut belum bisa menunjukkan kebenaran langkah menuju_Nya....

Ya Allah ampuni Aku.............................................................................
andai aku bisa memilih
Akan ku tempuh jalan sunyi...........
Tanpa beban...
Tapi itlah takdirmu.....
Aku Hanya hamba dhoif........

Selamat Jalan wahai Muridku......
Semoga terang jalanmu
dan bersinar hidupmu.....
AMin.........................

Jumat, Maret 04, 2011

KHALIFAH???

Surat Al Baqarah ayat 30 yang sering dibaca anak anak ujian praktek juga sekaligus menjadi materi kelas X, adalah membincangkan tentang khalifah. namun ayat ini memaknai khalifah sebagai pengganti. ada beberapa ayat, yang memaknakan khalifah adalah sebentuk penguasa ketika Allah menunjuk nabi Daud menjadi raja.
Menjadi teringat kuliah peradaban Islam, bahwa Negara-negara Islam saat ini telah gagal mencitrakan dirinya sebagai raja yang diamanahi. karena mereka senantiasa menganggap bahwa mereka adalah citra Tuhan, sayyidin panoto agomo ing alogo. Sehingga kesan yang selalu muncul adalah sebentuk otoriter yang abadi. karenanya negara negara Timur tengah bergolak. dan sunnatullah ketika sebuah power yang represif pasti akan terjadi resistensi. Tidak terkecuali Saudi. Namun kenapa tidak sampai terjadi revolusi????? Ah barangkali yang bernama Upeti bisa mengalahkan segalanya......wallahu a'lam.........tetapi revolusi jika tidak disiapkan pranata maka siap siap hanya akan seperti apa yang dilakukan JENGIS KHAN...........................................................menghancurkan peradaban......

GURU YANG GURU

Al-Ghozali mengatakan bahwasanya criteria guru yang baik adalah orang yang dapat diserahi tugas untuk mengajar. Yang secara umum guru yang baik selain cerdas dan sempurna akalnya, juga baik akhlaqnya dan kuat fisiknya. Kenapa harus kuat akalnya? dan kuat jasmaninya? karena ia dapat menjadi contoh dan teladan keilmuan bagi para muridnya, dan dengan keadaan fisiknya yang kuat ia dapat melaksanakan tugas mengajar, mendidik dan mengarahkan anak-anak muridnya.

Sedangkan secara khusus sifat guru yang baik adalah: mempunyai jiwa kasih sayang, ikhlas, jujur dan benar, simpatik (halus), bisa dijadikan suri tauladan, faham potensi peserta didik, faham terhadap bakat, tabiat, dan kejiwaan murid, teguh terhadap prinsip yang diucapkan dan berupaya merealisasikannya sedemikian rupa dalam kehidupan sehari-hari.

Bisakah guru melengkapi sifat itu???????

JUJUR!!!!!!!!!!

Banyak siswa siswaku yang benci ketika ditipu sama seseorang, dan mereka ingin sekali ada orang yang jujur mendekat kepadanya. dan itu kayaknya semua manusia mendamba akan kejujuran. Hubungan yang penuh kejujuran.
Namun realitasnya banyak siswa takut berbuat jujur.
Takut dengan resiko yang akan timbul dari sebuah kejujuran.
TAKUT TIDAK LULUS

UJIAN

Kebetulan beberapa hari menguji Anak anak kelas XII. Menguji membaca, makhroj, tajwid dan isi kandungan. Yang menarik, seringkali dirasani karena bikin anak anak dag dig dug. Tetapi itulah proses melekatkan segala peristiwa dalam benak memori seseorang. Sebuah pengalaman, diuji kualitas diri.
Baru dewasa ini aku menyadari, bahwa ujian yang berat justru sangat melekatkan diri kita pada memori perjuangan itu. Pernah diri ini dikritik habis oleh guru PAI Jawa Timur, waktu jadi kelinci percobaan siklus dalam PTK di batu Malang. Pernah juga diuji habis oleh Profesor kritis dari UIN Jakarta. Tetapi justru itu semua menjadikan pengalaman itu melekat dan terus berupaya memperbaiki kualitas diri. Andai tidak ada tantangan, pasti kita akan mlempem terus.....tetapi anehnya banyak orang yang tak suka tantangan????????

MISUH??????

Betapa ingin aku mengurutkan dada. Melihat banyaknya facebooker yang suka misuh misuh. Tidak tanggung tanggung yang suka misuh, para selebriti, politisi, bahkan mereka yang menjadi tanggunganku mendidiknya baik itu yang berjilbab maupun tidak. Ah sekeras itukah hatinya?????
Misuh adalah sebuah ekspresi yang menggambarkan kondisi kejiwaan seseorang. Ia diucapkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap sesuatu. Semakin banyak kecewa maka akan semakin banyak pula itu misuhnya. Padahal kehidupan tidak selamanya seperti yang diharapkan. Sesuatu yang tidak diharapkan itulah kekecewaan. Berapa banyak sudah kita kecewa? dan berapa sudah kita misuh? dalam sehari anda sudah memisuhi siapa saja? berapa kali???? APA JUGA SUDAH PERNAH MISUHI GUSTI ALLAH??? PADAHAL SEGALA KEJADIAN TELAH DITAQDIRKANNYA. ANDA MEMISUHI TAQDIR SAMA DENGAN MEMISUHI YANG MEMBUAT TAQDIR

Idealisme

Jarang Aku menemui seorang siswa memiliki idealisme tinggi, ingin menjadi pakar, ahli begini begitu. Tetapi kebanyakan setelah kuliah nanti, bekerjanya bagaimana??????? ah ternyata banyak yang bermental pekerja!!!!!!!!

Istighosah, kebutuhan anak SMA

Tidak aku duga, yang hadir dalam dzikiran yang biasannya dilaksanakan di Masjid Sawunggaling, membludak di SMA N 3 Mojokerto. Mushola tidak muat. Sehingga harus ditempatkan ditengah tengah lapangan. Dan terpaksa tidak bisa melaksanakan sholat sunnat awwabin dan sholat sunnah hajat. Namun acara cukup khusu' ditengah kegelapan lampu, para siswa mendendangkan dzikir dzikir asmaul husna. di saat melafadzakan "LA ILA HA ILLALAH" ada siswa yang curhat katanya tubuhnya panas. selidik punya selidik gara gara ia sering melihat "JARAN KEPANG" wk wk wk. Cukup menarik bila saya merasakan bagaimana peningkatan spiritualitas anak anak kelas 3. rasa butuh kepada Allah. perjuangan untuk dekat kepada Allah. Luar biasa.
Sangat berbeda sekali dengan anak kelas 1 dan 2, ya ya ya......barangkali belum mengerti kebutuhan. belum kebenthuk. sehingga jika dinasehati seringkali cengengesan......kayak tak punya dosa....wk wk wk wk........
Mudah mudahan apa yang digagas membawa manfaat walaupun tanpa kehadiran "SEKOLAH". Aku tunggu anak anakku, menjelang UJIAN NASIONAL, kita hadirkan anak anak YATIM. Kita mintai doa. Kita minta doa kepada "ANAK EMAS" Kanjeng Rosul..........Mudah mudahan LULUS SEMUA.

Budaya keluarga

Akar budaya yang ditanamkan oleh bapak ibuku benar benar masih kuat dalam diri ini. Orang desa kalau ada tamu, mesti apa apa yang dia punya akan senantiasa diberi segalanya. Paling minim adalah makan dan minuman kopi. Tidak hanya tamu, orang yang jualan keliling pun bisa jadi saudara dekat jika telah masuk ke daerah kami. Mbah saya dulu sempat memiliki saudara "BAKUL JAMU KELILING' dari Jombang. Gara gara setiap kali BAKUL JAMU itu datang ke desa kami selalu diberi makan dan diberi minum kopi. begitupun dengan Paman saya, setiap kali "BAKUL UYAH (GARAM)" dari TUBAN datang, selalu diberi makan dan minum kopi. Buntutnya menjadi saudara.
Kemarin, waktu beli krepyak, yang kebetulan ada orang "IDER" saya mampirkan ke rumah di Mojokerto. Saya suruh masangkan. Karena aku lihat ia, ia bersusah payah, maka aku buatkan kopi dan aku sediakan rokok surya, walaupun aku sendiri tidak merokok. itung itung mengikuti wejangan ortu. Setelah pemasangan selesai, kami berdua ngrobrol, katanya ia dari MADURA BONDOWOSO. wk wk wk. Untung orang nya baik. Terkadang ada juga yang memanfaatkan, ada tamu yang belum kenal banget sudah "HUTANG"....wehhhhhh

Jumat, Februari 11, 2011

11-2-11

Melihat berita TV one dan Metro, tentang Pembunuhan Oleh warga kepada Ahmadiyah, membuat hati ini miris. Simbol Allahu Akbar sekarang telah berubah tafsirnya. Jadi Simbol untuk melakukan pembunuhan dan pengrusakan. Semakin melengkapi wajah Islam yang beringas. Oh Kanjeng Rosul, andai Engkau masih Hidup aku akan bertanya, seperti inikah ajaranmu?????

11-02-11

Melihat berita TV one dan Metro, tentang Pembunuhan Oleh warga kepada Ahmadiyah, membuat hati ini miris. Simbol Allahu Akbar sekarang telah berubah tafsirnya. Jadi Simbol untuk melakukan pembunuhan dan pengrusakan. Semakin melengkapi wajah Islam yang beringas. Oh Kanjeng Rosul, andai Engkau masih Hidup aku akan bertanya, seperti inikah ajaranmu?????

Jumat, Januari 28, 2011

Catatanku :

Seandainya semua orang memahami jalan pikiran perseorang maka pasti mereka tidak akan pernah berburuk sangka kepada antar lainnya. kebanyakan orang, terjebak ke dalam penafsiran penafsiran perbuatan yang bisa jadi tidak bukan merupakan representasi dari ungkapan di dalam hatinya.
Bahkan kata-kata. Kata yang seringkali memiliki ribuan ranjau penafsiran. Seringkali menjebak seseorang dalam menghakimi sebuah kata dan berujung pula pada penuduhan penuduhan "KESESATAN". Tetapi, apakah dengan kata, mampukah ia mewakili ungkapan hati yang sejati?
Sungguh di dalam samudra ilmu, seringkali kata tidak mampu memadankan dirinya dalam merangkai arti walau selaksa bahasa apapun. karena ia, merupakan sesuatu yang "immateri". gaib. Al Ilmu nurrun. dari Allah. Yang kemudian dicoba untuk dimaterialkan dalam bahasa manusia, mampukan ia??????Pasti akan terdistorsi!!!!!!
Oleh karenanya, semua, tidak boleh saling menghakimi. karena mereka semua berikhtiar di dalam memahami sesuatu yang abstrak tadi. tidak boleh ada yang mengklaim paling "berhak berkata benar". tetapi disini ada dialektika. Dialektika yang terus menerus di dalam menemukan. Bukan penghakiman...........

Jogo dayoh Januari 2011

Perjalanan Jumat Legi

Habis dari Malang, tidak membuatku patah semangat. Kehausan spirituallah yang terus memompaku untuk berjibaku menuju Jombang. Menuju rumah guruku tercinta KH. Djamaluddin Ahmad. Tepat pukul 20.30 rombonganku sudah sampai di Sambong Jombang. Terdengar suara saling bersahutan para santri di Masjid melantunkan sholawat nabi. Rumah Kyai Djamal dekat jalan. Rumahnya bercat putih dengan latar masjid tepat di depan rumahnya. Idamanku. hmmmm. Aku langsung menuju Kang Khotib, pengurus tarekat Syadziliyah. Aku langsung tanda tangan kemudian diberi kitab. semua anggota ngaji wajib tanda tangan, demi pendataan jelas siapa siapa murid murid syadziliyah.
Setelah itu, aku baca kitab kitab yang dibagikan gratis itu. Tasawuf Amali. Mengingatkanku ketika dulu waktu menjadi mahasiswa IAIN, sebuah kuliah "Ilmu Kalam". Luar biasa bahasa hati-nya.
tetapi perlu kita ketahui belajar tasawuf, tidak bisa seperti belajar ilmu umum. ia harus digurukan. seperti aku. sudah banyak buku buku tasawuf ku beli, tetapi bila dibandingkan dengan penjelasan guru, jauh lebih memiliki bobot makna.
Pukul 21.30, seluruh jamaah telah penuh di Mushola. Di luar dugaan,acara khusus untuk murid syadziliyah yang pertama itu, yang tadinya disiapkan panitia 300 orang, ternyata melampaui batas. Membludak. para jamaah berjeja jejal mengikuti sholat sunnah hajat 12 rakaat, 4 rakaat sholat taubat, 3 sholat witir, dilanjut dengan dzikir sampai 23.30. kemudian dilanjut tahlil hingga pukul 24.00. Setelah ritual selesai, kemudian Kyai Djamal memberikan tausiah yang menjelaskan tentang tahapan tahapan bagi para penempuh menuju Allah. Sebelum menapakai maqam taubat, seseorang harus mengetahui bilik bilik dosa. karena banyak orang merasa dirinya tidak punya dosa?????Penyakit akut yang melanda kita. Meras suci. Merasa mulya, merasa merasa lainnya. karenanya kita harus tahu dulu penyakit diri kita ini. Penjelasan panjang lebar. Sampai pukul 01. ditutup dengan makan. Semua jamaah diberi makan oleh Kyai Djamal. Gratis. itulah contoh tauladan guru. Nyulayani. Melayani kepada umat. karenanya wajar para santri harus bersikap sebaliknya. Pukul 02.00 lebih, aku sampai dirumah. terlelap. Pukul 08.30 mengajar dan Pukul 10 Fb-an. terima kasih...................................

Jogodayoh, 28 Janurari 2011. Jam 11.17.....

Catatan Perjalanan Studi Banding ke SD Sabilillah (Edisi Revisi)

Perjalanan dari Mojokerto ke Malang membutuhkan waktu 2 jam. dari pukul 06.30 rombongan SD Miftahul Hikmah, tiba di Malang Pukul 08.30. Tiba di Malang, kami langsung menuju Masjid Sabilillah yang memang terletak bersebelahan dengan SD Sabilillah. Di sana, kami rombongan, mempersiapkan diri dengan berganti baju, baju kedinasan sekolah kami. Aku sempatkan untuk sholat dhuha terlebih dahulu. Suasana Masjid yang tenang menjadikan sholat begitu khusu'. terlebih ditambah dengan suara suara anak kecil membaca al-Quran di lantai 2. sedangkan di sebelah Masjid, sepertinya IBU-IBU pengantar anak anak TK, diajari mengaji al-Quran oleh seorang ustadzah. Ramai.
Tepat pukul 09, aku berinisiatif untuk masuk ke TU SD Sabilillah. Dari TU, saya disuruh untuk menemui bagian LPI, lembaga khusus untuk penerima studi banding, barangkali. namun sebelum tepat pukul 09.30, rombongan tetap belum boleh masuk. kami menunggu. Kata mereka, itu sudah prinsip mereka. harus on time. Hingga pukul 09.30 rombongan baru bisa diterima. Di lantai 2.
Di sesi tanya jawab, secara kebetulan kepala sekolah dan bidang kurikulum SD sabilillah, memperkenalkan dirinya berasal dari Mojokerto. Kita langsung akrab. Juga perwakilah pihak Yayasan mengaku dari Lamongan, tetangga kecamatan denganku. Dalam sesi tanya jawab itu, yang aku catat bahwa salah satu misi mereka adalah menjadikan pembelajaran di SD Sabililah pembelajaran yang penuh cinta. ah.....Puitis banget. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rosul, cinta kepada orang tua, cinta kepada guru, cinta kepada sesama, cinta kepada negara, cinta kepada alam sekitar. Hmmmmmmm cinta yang belum terdistorsi.
Dalam diskusi itu, saya bertanya, bagaimana metode yang baik yang diterapkan oleh SD sabilillah sehingg bisa melahirkan genersi yang unggul? mereka menjawab tidak ada metode yang tepat. karena metode itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. sebaik apapun sebuah metode tetapi jika tidak sesuai dengan kondisi maka akan menjdi mentah. tetapi secara general di SD Sabilillah menerapkan metode MEMBUMI. sama dengan CTL begitu.
Di SD Sabilillah juga menerapkan Full day school sama dengan SMAN 3 Kota Mojokerto, tetapi yang berbeda adalah, Full day school disana lebih menyenangkan dan lebih sesuai dengan karakter atau brand mereka sebagai SD Islam. Islamnya yang ditonjolkan selain pelajran umumnya, yang harus mengikuti DIKNAS.
Bayangkan sejak pukul 05.30 guru gurunya sudah datang. mereka belajar bahasa Inggris, dan yang mengajar orang Amerika Serikat yang tinggal di Malang. Pukul 06.30 mereka sudah bersiap untuk menyambut para siswa siswanya dengan ciuman tangan mereka. Kalau hari senin, upacara. selasa, rabu dan kamis, terkadang diberi senam, dan ditambah penanaman aqidah aswaja pagi. kemudian PBM. ada jga yang didaftar mengaji yang pake qiroati dan ada juga yang sholat dhuha. PBM sampai pukul 11.30. makan istirahat dan sholat sampai 13.00. kemudian PBM lagi, sampai 14.30. Sholat asyar sampai 15.30. Pulang. khusus tiap sabtu, adalah hari exstra dan wisata. tidak ada PBM. enak ya??
Exstranya banyak sekali. ada Qiroah, bela diri, jurnalis, lukis, teater, olah vocal, dan cabang cabang olahraga. titik tekan selain pembelajarannya, adalah al-Quran, bahasa Inggris, Bahasa Arab, bahasa Daerah, TI, wisata, dan exztra......
Tetapi.......brngkli ini catatan merahnya.......bayarnya sekali masuk 10 juta. SPP 400 ribu tiap bulan. ditambh uang makan 200 ribu. setip semester registrsi ulang dengn uang sjumlah 300 ribu......mmmmmm
Ini yang tidak aku setujui.....tetapi aku pikir memang harus ada sekolah Islam yang mewadahi anak anak orang menengah ke atas. yang bawah bawah biar itu garapan orang lain.....kali.

Pukul 11.00 kami diajak untuk berkeliling melihat pembelajaran di kelas. Luar biasa. Semua guru menggunakan pembelajaran kontekstual, berbahasa Inggris, dan tiap dinding penuh dengan pajangan hasil karya anak anak. Aku amati setiap penataan ruang kelasnya. Aku masuk di ruang perpustakaan, lab al-Quran, Lab Ti, lab Ipa, dan kelas kelas. Aduhai. Jauh sekali dengan apa yang kulihat selama ini. Atraktif. Amazing.
Pukul 11.30 kami menyaksikan semua siswa makan siang bersama. kemudian dilanjutkan dengan sholat dhuhur bersama. Semua siswa memakai sarung yang sama. lucu. mereka berjamaah sesuai dengan kelasnya masing-masing dengan diberbantukan oleh sat dua guru yang mengawasi. hmmmm enak sekali rasanya jadi guru SD???? bergaul dengan anak anak yang imut. lucu. pintar dan taat.

Pukul 12.00, kami berpamitan untuk pulang ke Mojokerto.

Bagiki ini adalah betul betul perjalanan yang mengesankan. Aku tercerahkan. Ilmu Manajemenku muncul. Semoga besok selasa di TK Anak sholeh Malang, aku mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bekal kelak aku jadi kepala sekolah SD???????? he...he....he.......

Rabu, Januari 26, 2011

26 _01_11

Selalu harus berpikir keras ketika mengajar anak anak pinggiran. Mau ndakik ndakik pakek dalil, mereka bosan. Mau nalar nalar ilmiah, mereka ndak nyambung. Lalu harus bagaimana?????? Akhirnya aku temukan formulasi menerangkan dengan pendekatan slengek'an dicampur bahasa bahasa pojok kampungan dan sedikit hal hal irrasional dengan dibumbui mitos yang kemudian kutarik dalam lingkup pesan pesan moral agama. kulihat mata mereka berbinar. PAham........Ah anak anak PGRI

26 Januari 2011

Kenapa kita tidak boleh sombong???? karena kita sebenarnya sangat dhoif. Kenapa kita dloif? karena kita tidak bisa apa-apa. Kenapa kita tidak bisa apa-apa? karena kita ini memang tidak punya apa-apa. kenapa kita tidak punya apa-apa? karena yang memiliki apa-apa adalah yang punya apa-apa. Siapakah yang memiliki apa-apa? tentu bukan makhluk. lalu siapa? Ya Allah. Kalau makhluk memiliki pengakuan punya apa-apa? tentu dia dusta!!!!!!!!......berarti yang saya punyai itu bukan milikku. Bukan. itu semua hanya titipan dari yang punya apa-apa. Aku sudah terlanjur mencintainya. Cintailah yang memberi kamu apa-apa. Aku ndak bisa. itu karena engkau terhijab oleh nafsu duniamu sehingga duniamu menghalangi engkau kepada yang memberi dunia. Ah kenapa engkau tetap tolol. Karena aku memang ndak punya apa-apa. Makanya cintailah pada yang punya apa-apa. ........
(Dialog Imajiner)..........................................................

26 Januari 2011

BAYANGKAN. Baru baru ini sebagian ulama kita mengharamkan Bank Konvensional pasca semakin kokohnya Bank Syariah. Kalau begitu berarti seluruh bangsa Indonesia itu melakukan suatu tindakan haram semua. karena uang yang beredar itu diterbitkan oleh BANK KONVENSIONAL. BI. bahkan seluruh APBN semua haram. APBD. DAU. Haram. Gaji Presiden. Gaji pejabat. gaji PNS. Gaji Tentara dll. Semua menjadi haram. karena uangnya dari BANK KONVENSIONAL........lalu????

Juga ada yang latah mengharamkan ROKOK. Bayangkan. Imajine. Bahkan seluruh Mahasiswa yang dibiayai oleh Sampurna Foundation itu haram semua. Padahal mereka sekarang telah menjadi pejabat2.....Seluruh LIGA SUPER, Bulu tangkis, dan olah raga lainnya yang dibiayai rokok.....HARAM.......Yang nglihat juga haram. Orang orang kediri yang ribuan itu gajinya haram semua. PETANI di Lamongan, Madura, Bojonegoro dan lain lainnya yang menanam TEMBAKAU......HARAM.......devisa yang diambil yang kemudian masuk APBN dan dari APBN kemudian dimanfaatkan untuk menggaji pagawai negara.....HARAM.....yang digunakan untuk membangun Jalan....HARAM....makanya jangan pake jalan raya......lalu????????

Ah JANGAN JANGAN ORANG INDONESIA ITU NANTI PESERTA DI NERAKA PALING BANYAK??????????

Kethuk Hati © 2008 Por *Templates para Você*