Jumat, Januari 28, 2011

Catatanku :

Seandainya semua orang memahami jalan pikiran perseorang maka pasti mereka tidak akan pernah berburuk sangka kepada antar lainnya. kebanyakan orang, terjebak ke dalam penafsiran penafsiran perbuatan yang bisa jadi tidak bukan merupakan representasi dari ungkapan di dalam hatinya.
Bahkan kata-kata. Kata yang seringkali memiliki ribuan ranjau penafsiran. Seringkali menjebak seseorang dalam menghakimi sebuah kata dan berujung pula pada penuduhan penuduhan "KESESATAN". Tetapi, apakah dengan kata, mampukah ia mewakili ungkapan hati yang sejati?
Sungguh di dalam samudra ilmu, seringkali kata tidak mampu memadankan dirinya dalam merangkai arti walau selaksa bahasa apapun. karena ia, merupakan sesuatu yang "immateri". gaib. Al Ilmu nurrun. dari Allah. Yang kemudian dicoba untuk dimaterialkan dalam bahasa manusia, mampukan ia??????Pasti akan terdistorsi!!!!!!
Oleh karenanya, semua, tidak boleh saling menghakimi. karena mereka semua berikhtiar di dalam memahami sesuatu yang abstrak tadi. tidak boleh ada yang mengklaim paling "berhak berkata benar". tetapi disini ada dialektika. Dialektika yang terus menerus di dalam menemukan. Bukan penghakiman...........

Jogo dayoh Januari 2011

Perjalanan Jumat Legi

Habis dari Malang, tidak membuatku patah semangat. Kehausan spirituallah yang terus memompaku untuk berjibaku menuju Jombang. Menuju rumah guruku tercinta KH. Djamaluddin Ahmad. Tepat pukul 20.30 rombonganku sudah sampai di Sambong Jombang. Terdengar suara saling bersahutan para santri di Masjid melantunkan sholawat nabi. Rumah Kyai Djamal dekat jalan. Rumahnya bercat putih dengan latar masjid tepat di depan rumahnya. Idamanku. hmmmm. Aku langsung menuju Kang Khotib, pengurus tarekat Syadziliyah. Aku langsung tanda tangan kemudian diberi kitab. semua anggota ngaji wajib tanda tangan, demi pendataan jelas siapa siapa murid murid syadziliyah.
Setelah itu, aku baca kitab kitab yang dibagikan gratis itu. Tasawuf Amali. Mengingatkanku ketika dulu waktu menjadi mahasiswa IAIN, sebuah kuliah "Ilmu Kalam". Luar biasa bahasa hati-nya.
tetapi perlu kita ketahui belajar tasawuf, tidak bisa seperti belajar ilmu umum. ia harus digurukan. seperti aku. sudah banyak buku buku tasawuf ku beli, tetapi bila dibandingkan dengan penjelasan guru, jauh lebih memiliki bobot makna.
Pukul 21.30, seluruh jamaah telah penuh di Mushola. Di luar dugaan,acara khusus untuk murid syadziliyah yang pertama itu, yang tadinya disiapkan panitia 300 orang, ternyata melampaui batas. Membludak. para jamaah berjeja jejal mengikuti sholat sunnah hajat 12 rakaat, 4 rakaat sholat taubat, 3 sholat witir, dilanjut dengan dzikir sampai 23.30. kemudian dilanjut tahlil hingga pukul 24.00. Setelah ritual selesai, kemudian Kyai Djamal memberikan tausiah yang menjelaskan tentang tahapan tahapan bagi para penempuh menuju Allah. Sebelum menapakai maqam taubat, seseorang harus mengetahui bilik bilik dosa. karena banyak orang merasa dirinya tidak punya dosa?????Penyakit akut yang melanda kita. Meras suci. Merasa mulya, merasa merasa lainnya. karenanya kita harus tahu dulu penyakit diri kita ini. Penjelasan panjang lebar. Sampai pukul 01. ditutup dengan makan. Semua jamaah diberi makan oleh Kyai Djamal. Gratis. itulah contoh tauladan guru. Nyulayani. Melayani kepada umat. karenanya wajar para santri harus bersikap sebaliknya. Pukul 02.00 lebih, aku sampai dirumah. terlelap. Pukul 08.30 mengajar dan Pukul 10 Fb-an. terima kasih...................................

Jogodayoh, 28 Janurari 2011. Jam 11.17.....

Catatan Perjalanan Studi Banding ke SD Sabilillah (Edisi Revisi)

Perjalanan dari Mojokerto ke Malang membutuhkan waktu 2 jam. dari pukul 06.30 rombongan SD Miftahul Hikmah, tiba di Malang Pukul 08.30. Tiba di Malang, kami langsung menuju Masjid Sabilillah yang memang terletak bersebelahan dengan SD Sabilillah. Di sana, kami rombongan, mempersiapkan diri dengan berganti baju, baju kedinasan sekolah kami. Aku sempatkan untuk sholat dhuha terlebih dahulu. Suasana Masjid yang tenang menjadikan sholat begitu khusu'. terlebih ditambah dengan suara suara anak kecil membaca al-Quran di lantai 2. sedangkan di sebelah Masjid, sepertinya IBU-IBU pengantar anak anak TK, diajari mengaji al-Quran oleh seorang ustadzah. Ramai.
Tepat pukul 09, aku berinisiatif untuk masuk ke TU SD Sabilillah. Dari TU, saya disuruh untuk menemui bagian LPI, lembaga khusus untuk penerima studi banding, barangkali. namun sebelum tepat pukul 09.30, rombongan tetap belum boleh masuk. kami menunggu. Kata mereka, itu sudah prinsip mereka. harus on time. Hingga pukul 09.30 rombongan baru bisa diterima. Di lantai 2.
Di sesi tanya jawab, secara kebetulan kepala sekolah dan bidang kurikulum SD sabilillah, memperkenalkan dirinya berasal dari Mojokerto. Kita langsung akrab. Juga perwakilah pihak Yayasan mengaku dari Lamongan, tetangga kecamatan denganku. Dalam sesi tanya jawab itu, yang aku catat bahwa salah satu misi mereka adalah menjadikan pembelajaran di SD Sabililah pembelajaran yang penuh cinta. ah.....Puitis banget. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rosul, cinta kepada orang tua, cinta kepada guru, cinta kepada sesama, cinta kepada negara, cinta kepada alam sekitar. Hmmmmmmm cinta yang belum terdistorsi.
Dalam diskusi itu, saya bertanya, bagaimana metode yang baik yang diterapkan oleh SD sabilillah sehingg bisa melahirkan genersi yang unggul? mereka menjawab tidak ada metode yang tepat. karena metode itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. sebaik apapun sebuah metode tetapi jika tidak sesuai dengan kondisi maka akan menjdi mentah. tetapi secara general di SD Sabilillah menerapkan metode MEMBUMI. sama dengan CTL begitu.
Di SD Sabilillah juga menerapkan Full day school sama dengan SMAN 3 Kota Mojokerto, tetapi yang berbeda adalah, Full day school disana lebih menyenangkan dan lebih sesuai dengan karakter atau brand mereka sebagai SD Islam. Islamnya yang ditonjolkan selain pelajran umumnya, yang harus mengikuti DIKNAS.
Bayangkan sejak pukul 05.30 guru gurunya sudah datang. mereka belajar bahasa Inggris, dan yang mengajar orang Amerika Serikat yang tinggal di Malang. Pukul 06.30 mereka sudah bersiap untuk menyambut para siswa siswanya dengan ciuman tangan mereka. Kalau hari senin, upacara. selasa, rabu dan kamis, terkadang diberi senam, dan ditambah penanaman aqidah aswaja pagi. kemudian PBM. ada jga yang didaftar mengaji yang pake qiroati dan ada juga yang sholat dhuha. PBM sampai pukul 11.30. makan istirahat dan sholat sampai 13.00. kemudian PBM lagi, sampai 14.30. Sholat asyar sampai 15.30. Pulang. khusus tiap sabtu, adalah hari exstra dan wisata. tidak ada PBM. enak ya??
Exstranya banyak sekali. ada Qiroah, bela diri, jurnalis, lukis, teater, olah vocal, dan cabang cabang olahraga. titik tekan selain pembelajarannya, adalah al-Quran, bahasa Inggris, Bahasa Arab, bahasa Daerah, TI, wisata, dan exztra......
Tetapi.......brngkli ini catatan merahnya.......bayarnya sekali masuk 10 juta. SPP 400 ribu tiap bulan. ditambh uang makan 200 ribu. setip semester registrsi ulang dengn uang sjumlah 300 ribu......mmmmmm
Ini yang tidak aku setujui.....tetapi aku pikir memang harus ada sekolah Islam yang mewadahi anak anak orang menengah ke atas. yang bawah bawah biar itu garapan orang lain.....kali.

Pukul 11.00 kami diajak untuk berkeliling melihat pembelajaran di kelas. Luar biasa. Semua guru menggunakan pembelajaran kontekstual, berbahasa Inggris, dan tiap dinding penuh dengan pajangan hasil karya anak anak. Aku amati setiap penataan ruang kelasnya. Aku masuk di ruang perpustakaan, lab al-Quran, Lab Ti, lab Ipa, dan kelas kelas. Aduhai. Jauh sekali dengan apa yang kulihat selama ini. Atraktif. Amazing.
Pukul 11.30 kami menyaksikan semua siswa makan siang bersama. kemudian dilanjutkan dengan sholat dhuhur bersama. Semua siswa memakai sarung yang sama. lucu. mereka berjamaah sesuai dengan kelasnya masing-masing dengan diberbantukan oleh sat dua guru yang mengawasi. hmmmm enak sekali rasanya jadi guru SD???? bergaul dengan anak anak yang imut. lucu. pintar dan taat.

Pukul 12.00, kami berpamitan untuk pulang ke Mojokerto.

Bagiki ini adalah betul betul perjalanan yang mengesankan. Aku tercerahkan. Ilmu Manajemenku muncul. Semoga besok selasa di TK Anak sholeh Malang, aku mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bekal kelak aku jadi kepala sekolah SD???????? he...he....he.......

Rabu, Januari 26, 2011

26 _01_11

Selalu harus berpikir keras ketika mengajar anak anak pinggiran. Mau ndakik ndakik pakek dalil, mereka bosan. Mau nalar nalar ilmiah, mereka ndak nyambung. Lalu harus bagaimana?????? Akhirnya aku temukan formulasi menerangkan dengan pendekatan slengek'an dicampur bahasa bahasa pojok kampungan dan sedikit hal hal irrasional dengan dibumbui mitos yang kemudian kutarik dalam lingkup pesan pesan moral agama. kulihat mata mereka berbinar. PAham........Ah anak anak PGRI

26 Januari 2011

Kenapa kita tidak boleh sombong???? karena kita sebenarnya sangat dhoif. Kenapa kita dloif? karena kita tidak bisa apa-apa. Kenapa kita tidak bisa apa-apa? karena kita ini memang tidak punya apa-apa. kenapa kita tidak punya apa-apa? karena yang memiliki apa-apa adalah yang punya apa-apa. Siapakah yang memiliki apa-apa? tentu bukan makhluk. lalu siapa? Ya Allah. Kalau makhluk memiliki pengakuan punya apa-apa? tentu dia dusta!!!!!!!!......berarti yang saya punyai itu bukan milikku. Bukan. itu semua hanya titipan dari yang punya apa-apa. Aku sudah terlanjur mencintainya. Cintailah yang memberi kamu apa-apa. Aku ndak bisa. itu karena engkau terhijab oleh nafsu duniamu sehingga duniamu menghalangi engkau kepada yang memberi dunia. Ah kenapa engkau tetap tolol. Karena aku memang ndak punya apa-apa. Makanya cintailah pada yang punya apa-apa. ........
(Dialog Imajiner)..........................................................

Kethuk Hati © 2008 Por *Templates para Você*