Jumat, Maret 04, 2011

PILIHAN!!!!!!!

seringkali kita dihadapkan pada pilihan menyelesaikan urusan diri dengan Allah ataukan menyelesaikan diri dengan urusan makhluk. Anehnya kebanyakan manusia lebih memilih menyelesaikan urusan dengan makhluk. sedangkan urusan dirinya dengan Allah seringkali dibengkelaikan????? Padahal urusan dengan makhluk selalu dalam bentuk kegelisahan satu ke kegelisahan lainnya. Sedangkan Allah adalah dzat yang menjamin kebahagiaan yang abadi, Karena Ia adalah dzat yang Abadi.

IKHLAS YANG IKHLAS

Ikhlas dapat terwujud manakala
a. Kita tidak suka memandang amaliah kita. artinya tidak suka melihat atau menceritakan segala apa yang kita lakukan kepada orang lain. Bahkan kepada Allah.
b. Tidak suka untuk meminta ganti atas apa yang sudah kita lakukan.
C. Lillah billah fillah

SUARA HATI

Suara Hati adalah suara yang menyerukan untuk kembali ke nilai Universal ilahiah.
Suara Pikiran adalah suara yang menyerukan untuk merenungkan segala kejadian, baik buruk, benar dan salah, pantas tidak pantas.
Suara Nafsu adalah suara yang menyerukan untuk menjauhkan diri dari jalan Allah demi memuaskan diri dan kenikmatan sesaat.
Suara Syetan adalah suara yang menyerukan untuk menyesatkan ke jurang, lemba kehinaan manusia menuju jahanam...............................
Suara apa yang paling dominan dalam diri anda?????????

KHALIFAH???

Surat Al Baqarah ayat 30 yang sering dibaca anak anak ujian praktek juga sekaligus menjadi materi kelas X, adalah membincangkan tentang khalifah. namun ayat ini memaknai khalifah sebagai pengganti. ada beberapa ayat, yang memaknakan khalifah adalah sebentuk penguasa ketika Allah menunjuk nabi Daud menjadi raja.
Menjadi teringat kuliah peradaban Islam, bahwa Negara-negara Islam saat ini telah gagal mencitrakan dirinya sebagai raja yang diamanahi. karena mereka senantiasa menganggap bahwa mereka adalah citra Tuhan, sayyidin panoto agomo ing alogo. Sehingga kesan yang selalu muncul adalah sebentuk otoriter yang abadi. karenanya negara negara Timur tengah bergolak. dan sunnatullah ketika sebuah power yang represif pasti akan terjadi resistensi. Tidak terkecuali Saudi. Namun kenapa tidak sampai terjadi revolusi????? Ah barangkali yang bernama Upeti bisa mengalahkan segalanya......wallahu a'lam.........tetapi revolusi jika tidak disiapkan pranata maka siap siap hanya akan seperti apa yang dilakukan JENGIS KHAN...........................................................menghancurkan peradaban......

ADAB

YANG PENTING ADALAH ADAB/TATA KRAMA

"Yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rizki adab yang baik"

Dalam ajaran thariqat Sufi, adalah yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rizki adab

yang baik terwujudnya apa yang diinginkan (sukses), tetapi lebih penting dari itu semua kita dikaruniai adab yang bagus. Baik adab dengan Allah, adab dengan Rasulullah saw, adab dengan para Syeikh, para Ulama, adab dengan sahabat, keluarga, anak dan isteri, dan adan dengan sesama makhluk Allah Ta'ala.

Apa yang ada di sisi Allah swt, tidak bisa diraih dengan berbagai upaya sebab akibat, namun kita harus mewujudkan adab yang baik di hadapanNya, karena dengan adab itulah ubudiyah akan terwujud. Allah swt, berfirman: "Agar Allah menguji mereka, manakah diantara mereka yang terbaik amalnya." (Al-Kahfi: 7), Allah tidak menyebutkan bahwa yang terbaik itu adalah yang terbanyak suksesnya, juga bukan yang terbaik adalah raihan besarnya.

Rasulullah saw, bersabda: "Taqwalah kepada Allah dimana pun engkau berada, dan ikutilah keburukan itu dengan kebajikan, sehingga keburukan terhapus. Dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik." (Hr. Imam Ahmad, dan At-Tirmidzy).

Seluruh proses adab itu adalah menuju keserasian dengan sifat-sifatNya, dan inilah yang disebutkan selanjutnya oleh Ibnu Athaillah:
"Tak ada yang lebih penting untuk anda cari disbanding rasa terdesak, dan tidak ada yang lebih mempercepat anugerah padamu ketimbang rasa hina dan rasa faqir padaNya."

Sikap terdesak, hina, fakir, itulah yang membuat anda terus kembali kepada Allah swt tanpa sedikit pun faktor yang menyebabkan rasa tersebut muncul. Dan sebaik-baik waktu tentu saja, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Atyhaillah dalam Al-Hikam pula adalah waktu dimana anda menyaksikan sifat butuh anda kepada Allah, dan dikembalikan pada wujud hinamu di hadapanNya.
Para sufi sering bersyair:

Adab sang hamba adalah rasa hinanya
Sang hamba tak pernah meninggalkan adab
Sang hamba jika sempurna rasa hinanya
Sang hamba meraih cinta dan kedekatannya.

Hajat manusia bertingkat-tingkat, Ada hajat dunianya, ada hajat akhiratnya, ada hajat meraih anugerahNya, ada hajat hanya kepada Allah swt, saja.
Tentu hajat tertinggi adalah menuju dan wushul kepada Allah Ta'ala, dan itu semua harus diraih dengan rasa butuh yang sangat, rasa hina dan fakir. Kepada Allah ta'ala.
Pernah dikatakan kepada Abu Yazid, "Pekerjaanmu senantiasa dipenuhi dengan rasa bakti, bila engkau menghendakiKu maka engkau harus datang dengan rasa hina dan butuh."

Diantara makna berguna dari rasa butuh itu adalah:
1) Rasa berpaling dari makhluk Allah Ta'ala secara total,
2) Menghadap Allah dengan total pula,
3) Sang hamba berhenti di batasNya tanpa membuat pengakuan sedikit pun.

Tiga hal yang merupakan jumlah kebajikan dan kesempurnaan. (SUFI nEWS)

Kethuk Hati © 2008 Por *Templates para Você*