Selasa, Maret 03, 2009

Politik Syetan dan Iblis



Pada zaman dahulu kala, ada seorang rabi Yahudi yang sangat terkenal diseluruh negeri. Ia diberi keistimewaan berupa keanehan-keanehan dalam ilmu ghaib. Santrinya berjumlah seribu orang dan semuanya bisa terbang. Pondoknya begitu besar. Penduduk negeri berduyun-duyun memintakan doa kepada si rabi tersebut. Karena begitu hebatnya rabi Yahudi tersebut, sampai-sampai malaikat iri kepadanya. Begitupun iblis. Lalu sang iblis meminta izin kepada Allah untuk menggoda rabi yahudi tersebut dengan menyamar menjadi santri. Iblis pun beraksi, ia berpakain layaknya seorang santri, ia tidak makan dan minum, ia pun tidak tidur, pekerjaan sehari-harinya hanya beribadah saja. Melihat santri satu ini, sang rabi merasa heran dan terkagum-kagum. Akhirnya ia memberanikan diri bertanya kepada santri tersebut “ wahai santriku, aku memperhatikan beberapa hari setelah kedatanganmu disini, engkau begitu taat dan kuatnya dalam beribadah. Aku melihat engkau tidak makan, tidak tidur, kira-kira apa rahasiamu bisa seperti itu? Santri jelmaan iblis itu pun berujar kepada sang rabi, “ begini rabi, saya bisa begini karena saya dulu melakukan dosa, sehingga saya begitu kuat memohon ampunan kepada Tuhan. Siang malam saya senantiasa berdoa kepada Tuhan agar diampuni dosa-dosa saya. Kalau rabi ingin seperti saya, rabi juga harus berbuat dosa dahulu”. Mendengar perkataan itu, rabi yahudi tersebut kemudian berpikir-pikir, antara dosa dan keinginannya untuk bisa menyaingi ketaatan ibadah sang santri tersebut. “baiklah kalau begitu, tapi saya ingin dosa yang ringan saja”. “bagaimana kalau membunuh rabi” kata iblis tadi menyahut. “Jangan itu terlalu besar”kata rabi menjawab. “Kalau minuman keras”, kata Iblis. Sang rabi berpikir keras, kemudian dengan keputusan bulat ia mengucapkan “baiklah”. Mendengar hal itu iblis begitu senangnya, kemudian ia memberitahukan tempat yang tepat untuk mentahbiskan sang rabi mengikuti jalannya. Sang rabi kemudian datang disebuah warung kecil yang ditunggui wanita cantik. Ia kemudian memesan minuman keras. Karena tidak terbiasa meminum minuman keras satu gelas saja ia meminum, sang rabi sudah mabuk kepayang. Dalam suasana mabuk tersebut, logika dan akal sehatnya hilang. Yang ada adalah tindakan liar penuh nafsu. Akhirnya wanita penunggu warung tersebut ia perkosa demi menuruti nafsu yang tidak terkendali. Setelah terpuaskan dengan nafsu bejatnya ini, sang rabi hendak meninggalkan warung tersebut. Belum melangkah jauh sang suami dari penunggu warung tersebut datang. Melihat orang yang datang, sang rabi khawatir jika perbuatannya akan diketahui orang, maka ia pun langsung membunuh. Karena aksi pembunuhan tersebut, kemudian ramai-ramai penduduk negeri meng-arak sang rabi ditiang salib. Ia hendak dihukum pancung oleh pengadilan setempat. Dalam suasana tidak berdaya tersebut, sang rabi didatangi iblis yang menyamar menjadi polisi kerajaan. Sang polisi tersebut kemudian berkata “ wahai rabi, nyawamu ada ditangan saya. Jika engkau ingin selamat, sembahlah aku”. Sang rabi tidak punya pilihan, ia menganggukkan kepalanya sebagai tanda sembah sujud kepada polisi. Tapi bersamaan dengan itu malaikat maut datang menjemput nyawa sang rabi. Akhinya rabi tersebut mati dalam keadaan suulkhotimah. Naudzubillahimindzalik.
Mengambil ibrah
Cerita tersebut menjadi sebuah koreksi bagi kita, bahwa sebenarnya apa pun dan sampai kapan pun setan dan iblis, sang maestro kejahatan, akan selalu menggoda setiap saat. Ia tidak akan ridlo jika anak-anak Adam mengikuti jalannya Allah. Syetan dan iblis akan selalu merayu dan menjebak manusia hingga semua manusia tunduk dan patuh kepada titah sang maestro kejahatan tersebut. Seperti halnya rabbi yahudi tersebut, terjebak dalam kecongkakan ibadah dan meremehtemehkan dosa kecil. Akhirnya ia ter-blunder masuk dalam jeratan jebakan-jebakan syetan yang menghancurkan dirinya.
Karenanya, kita harusnya tahu ilmunya syetan. Jika kita mau membuka beberapa referensi dalam dunia persyetanan dan periblisan, kita dapat melihat bahwa syetan sendiri asal maknanya adalah terbakar, hangus, gosong, dirasa dan mendidih. Sedangkan iblis asal maknanya jahat, bersedih hati, bingung, putus asa, pecah hati dan kurang kebaikan. Artinya tugas syetan membakar dan menghanguskan ketahuidan seseorang yang kemudian disokong oleh iblis dengan menggiring dan menjebloskan manusia dalam lubang kejahatan dan kehinaan. Syetan dan iblis berkolaborasli dalam team work menyambut manusia-manusia tersesat. Mereka bisa berupa bapak Haji, pejabat, polisi, hakim, pengacara, pacar, teman, siswa, orang tua, guru, kepala sekolah bahkan bisa jadi apa saja. Intinya apa saja yang berupa mengajak ke kejahatan atau menghalang-halangi orang berbuat baik, itulah antek-anteknya syetan dan iblis.
Di dalam sebuah buku Konseling dan psikoterapi Islam: penerapan metode sufistik karya Muhammad Hamdani Bakran Adz-Dzaky menjelaskan bahwa syetan dan iblis menggunakan pendekatan, metode dan strategi untuk mendapatkan target-target pengikut sebanyak-banyaknya, antara lain: a. Rayuan yang menghanyutkan, syetan dan iblis selalu meniupkan bisikan rayuan gombal disemua umat manusia. Ia layaknya visualisasi dalam sinetron, makhluk dikiri manusia yang selalu membisikkan kejahatan-kejahatan. Ia membisikkan “Ayo silahkan pacaran, gunakan waktumu untuk bersenang-senang, mumpung masih muda, jangan dengarkan omongannya p. Isno, nanti kalau sudah tua saja taubatnya, usiamu masih panjang” Syetan dan Iblis sepasang soulmate ini akan selalu memberi motivasi-motivasi pembangkit nafsu kejahatan. b. Jebakan yang menghancurkan, setelah diberi bisikan, syetan dan iblis kemudian mencari jurus baru yakni jebakan dengan memberikan angan-angan untuk diraih berupa kenikmatan-kenikmatan yang mereka bentangkan kepada manusia. Mereka memberi jebakan berupa fasilitas area bebas tanpa hambatan, kenikmatan berduaan, kenikmatan berpegangan tangan, kenikmatan mencium dan kenikmatan berpelukan dalam masa pacaran. Kemudian berlanjut sampai dititik klimaknya sepasang kekasih tersebut terjebak dalam ilusi nafsu kenikmatan yang pada hakekatnya adalah kehancuran manusia itu sendiri. Disinilah kemenangan kedua syetan dan Iblis c. Penjajahan dan perbudakan. Setelah sukses merayu dan menjebak, syetan dan iblis kemudian menjadikan manusia-manusia ini seorang budak iblis. Manusia senantiasa bersikap di jalan kejahatan dan dosa. Perilaku dosa dalam pandangan agama dijadikan habit dalam kesehariannya. Anehnya, mereka ini tidak merasa bersalah atau berdosa melakukan kejahatan tersebut. Mereka selalu berargumen bahwa apa yang mereka lakukan adalah kewajaran sebagai anak muda terkhusus lagi wajar jika sudah punya pacar. Jika manusianya seorang pejabat ia akan selalu bilang “wajarlah ini kan uang administrasi”
Membentengi diri
Di dalam surat al-Baqarah ayat 168 Allah menegaskan “dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Ayat ini mengisyaratkan bahwa kita harus menjadikan syetan sebagai common enemy, musuh bersama. Karenanya semua ajakan, rayuannya haruslah kita singkirkan dan tidak perlu kita ikuti. Selain itu, kita perlu berlindung kepada Allah disetiap saat. Sebagaimana sebuah perumpamaan cerita kalau ada anjing yang menggonggong dan hendak menggigit kita, kita tidak usah perlu untuk melawan anjing tersebut. Cukup panggilkan saja pemilik anjing pasti anjing tersebut akan berhenti dan kembali dengan tenang. Terima kasih semoga bermanfaat!!!!!.

0 komentar:

Kethuk Hati © 2008 Por *Templates para Você*